Pendiri Twitter Bilang Jangan Terobsesi dengan Jumlah Follower

Kompas.com - 13/11/2018, 14:31 WIB
Ilustrasi Twitter IstIlustrasi Twitter
|
Editor Oik Yusuf

KOMPAS.com - Bagi sebagian orang, jumlah follower alias pengikut akun di Twitter menjadi hal penting. Sebab, jumlah pengikuti inilah yang menjadi tolok ukur popularitas seseorang atau sebuah akun.

Namun, pendiri sekaligus CEO Twitter, Jack Dorsey, justru mengutarakan pendapat yang agak berbeda. Dia berkata bahwa follower bukanlah hal yang patut untuk dikejar. Dorsey pun mengimbau agar para pengguna Twitter tidak terobsesi dengan jumlah pengikut.

Menurut Dorsey, angka pengikut dalam jumlah yang besar belum tentu dapat menghadirkan sebuah diskusi yang sehat di antara para pengguna.

Ia pun tak menyangka bahwa jumlah follower kerap menjadi obsesi di antara para pengguna. Padahal ketika Twitter didirikan, ia mengaku tidak berpikir hingga sejauh itu.

Baca juga: Cara Cepat Menghapus Kicauan Lama di Twitter

Alih-alih angka follower, Dorsey mengatakan sebaiknya pengguna Twitter lebih mengedepankan interaksi yang berkualitas antar sesama.

"Saya rasa yang lebih penting adalah jumlah percakapan yang bermakna yang ada di platform ini. Berapa kali Anda menerima balasan dari pengguna lain?" ungkap Dorsey.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Mungkin 12 tahun lalu hal itu (menambah jumlah follower) bagus. Tapi saya kira sekarang sudah tidak bagus lagi," tambahnya, seperti dihimpun KompasTekno dari Metro, Selasa (13/11/2018).

Twitter sejatinya memang diciptakan oleh Jack Dorsey untuk menjadi platform diskusi sehat.  Namun, seiring dengan dinamika pengguna yang terjadi di media sosial, Twitter kemudian malah kerap disalahgunakan untuk menyebar kebencian, berita palsu, dan lain-lain.

Beberapa bulan lalu, misalnya, Twitter menghapus jutaan akun palsu karena melanggar kebijakan spam dan konten negatif. Tindakan ini membuat banyak akun kehilangan follower dalam jumlah yang besar.

Baca juga: Siap-siap, Jumlah Follower di Twitter Bakal Berkurang

Salah satunya adalah Elon Musk. Jumlah pengikut tokoh terkenal ini sempat menyusut sebanyak 20 ribu hanya dalam beberapa hari saja.

Tindakan tegas menghapus akun pelanggar ini dilakukan Twitter untuk membuat layanannya lebih bermanfaat dan menghadirkan diskusi yang lebih sehat di kalangan publik.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.