WiFi di Starbucks Bakal Blokir Situs-situs Porno - Kompas.com

WiFi di Starbucks Bakal Blokir Situs-situs Porno

Kompas.com - 30/11/2018, 12:07 WIB
Ilustrasi pornografiThinkstock/AndreyPopov Ilustrasi pornografi

KOMPAS.com - Selama bertahun-tahun, masalah yang dihadapi Starbucks di mancanegara adalah para pengguna yang menyalahgunakan Wifi gratis milik mereka untuk menonton film porno. Namun mulai tahun depan, Starbucks akan mulai bertindak tegas.

Starbucks akan mulai memblokir konten-konten pornografi lewat internet gratis yang mereka sediakan. Menurut perusahaan kedai kopi terbesar di dunia ini, hal tersebut dilakukan untuk menjaga kenyamanan para pengunjung selama berada di dalam toko.

"Kami telah menemukan solusi untuk mencegah konten tersebut (pornografi) dilihat di toko kami. Kami akan mulai memperkenalkannya di Amerika Serikat pada 2019," ungkap perwakilan Starbucks.

Kendati demikian, Starbucks menolak memberikan rincian tentang bagaimana cara pemblokiran konten pornografi tersebut. Namun pihak perusahaan ditengarai telah melakukan pengujian agar tidak terjadi kesalahan pemblokiran.

Baca juga: Wi-Fi Starbucks Dibajak untuk Menambang ?Bitcoin?

"Meskipun jarang terjadi, penggunaan wifi publik milik Starbucks untuk melihat konten ilegal, tidak pernah diizinkan," lanjut pihak perusahaan.

Starbucks sendiri memang tengah mendapat tuntutan untuk memperketat aturan penggunaan wifi publik miliknya guna menekan peluang terjadinya kejahatan seksual. Tuntutan tersebut disuarakan lewat sebuah petisi yang telah ditandatangani oleh 26.000 orang.

Petisi tersebut dilontarkan oleh Enough is Enough yakni organisasi nirlaba di Amerika Serikat yang bertujuan untuk membuat internet lebih aman bagi keluarga dan anak-anak.

CEO Enough is Enough, Donna Rice Hughes dalam sebuah pernyataannya menekan Starbucks agar melakukan pengawasan lebih ketat atas penggunaan wifi publik yang dapat digunakan secara leluasa oleh konsumen. Hughes menilai bahwa Starbucks tidak mengikuti komitmen yang dibuat pada tahun 2016 lalu untuk memblokir situs-situs negatif.

"Memiliki hotspot tanpa filter juga memungkinkan anak-anak dan remaja untuk dengan mudah melewati kontrol orang tua lainnya yang disiapkan pada ponsel pintar, tablet, dan laptop mereka,” kata Hughes.

Memiliki hotspot tanpa filter juga memungkinkan anak-anak dan remaja untuk dengan mudah melewati filter dan alat kontrol orang tua lainnya yang disiapkan oleh orang tua mereka pada ponsel pintar, tablet, dan laptop mereka,” lanjut Hughes.

Dikutip KompasTekno dari The Verge, Kamis (29/11/2018), organisasi nirlaba Enough is Enough memang telah menekan para pelaku bisnis waralaba untuk mengawasi penggunaan wifi gratis yang mereka sediakan.

Sejak tahun 2016, beberapa pelaku bisnis sudah melakukan pengawasan yang lebih ketat. Salah satunya adalah McDonald yang mulai memblokir akses konten pornografi di jaringan wifi miliknya sejak 2016.



Close Ads X