Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

WiFi di Starbucks Bakal Blokir Situs-situs Porno

Kompas.com - 30/11/2018, 12:07 WIB

KOMPAS.com - Selama bertahun-tahun, masalah yang dihadapi Starbucks di mancanegara adalah para pengguna yang menyalahgunakan Wifi gratis milik mereka untuk menonton film porno. Namun mulai tahun depan, Starbucks akan mulai bertindak tegas.

Starbucks akan mulai memblokir konten-konten pornografi lewat internet gratis yang mereka sediakan. Menurut perusahaan kedai kopi terbesar di dunia ini, hal tersebut dilakukan untuk menjaga kenyamanan para pengunjung selama berada di dalam toko.

"Kami telah menemukan solusi untuk mencegah konten tersebut (pornografi) dilihat di toko kami. Kami akan mulai memperkenalkannya di Amerika Serikat pada 2019," ungkap perwakilan Starbucks.

Kendati demikian, Starbucks menolak memberikan rincian tentang bagaimana cara pemblokiran konten pornografi tersebut. Namun pihak perusahaan ditengarai telah melakukan pengujian agar tidak terjadi kesalahan pemblokiran.

Baca juga: Wi-Fi Starbucks Dibajak untuk Menambang ?Bitcoin?

"Meskipun jarang terjadi, penggunaan wifi publik milik Starbucks untuk melihat konten ilegal, tidak pernah diizinkan," lanjut pihak perusahaan.

Starbucks sendiri memang tengah mendapat tuntutan untuk memperketat aturan penggunaan wifi publik miliknya guna menekan peluang terjadinya kejahatan seksual. Tuntutan tersebut disuarakan lewat sebuah petisi yang telah ditandatangani oleh 26.000 orang.

Petisi tersebut dilontarkan oleh Enough is Enough yakni organisasi nirlaba di Amerika Serikat yang bertujuan untuk membuat internet lebih aman bagi keluarga dan anak-anak.

CEO Enough is Enough, Donna Rice Hughes dalam sebuah pernyataannya menekan Starbucks agar melakukan pengawasan lebih ketat atas penggunaan wifi publik yang dapat digunakan secara leluasa oleh konsumen. Hughes menilai bahwa Starbucks tidak mengikuti komitmen yang dibuat pada tahun 2016 lalu untuk memblokir situs-situs negatif.

"Memiliki hotspot tanpa filter juga memungkinkan anak-anak dan remaja untuk dengan mudah melewati kontrol orang tua lainnya yang disiapkan pada ponsel pintar, tablet, dan laptop mereka,” kata Hughes.

Memiliki hotspot tanpa filter juga memungkinkan anak-anak dan remaja untuk dengan mudah melewati filter dan alat kontrol orang tua lainnya yang disiapkan oleh orang tua mereka pada ponsel pintar, tablet, dan laptop mereka,” lanjut Hughes.

Dikutip KompasTekno dari The Verge, Kamis (29/11/2018), organisasi nirlaba Enough is Enough memang telah menekan para pelaku bisnis waralaba untuk mengawasi penggunaan wifi gratis yang mereka sediakan.

Sejak tahun 2016, beberapa pelaku bisnis sudah melakukan pengawasan yang lebih ketat. Salah satunya adalah McDonald yang mulai memblokir akses konten pornografi di jaringan wifi miliknya sejak 2016.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Sumber The Verge
Video rekomendasi
Video lainnya


Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.