Setelah 30 Tahun, ATR Catat Pengiriman Pesawat Ke-1.500 - Kompas.com

Setelah 30 Tahun, ATR Catat Pengiriman Pesawat Ke-1.500

Kompas.com - 30/11/2018, 15:47 WIB
ATR 72-600 Japan Air Commuter MSN 1524.KOMPAS.com/Pierre Barthe ATR 72-600 Japan Air Commuter MSN 1524.

KOMPAS.com - Pabrikan pesawat turboprop asal Perancis, ATR baru saja mengirim pesawat ke-1.500 yang diproduksi. Pesawat ATR72-600 dikirim ke operatornya di Jepang, yakni maskapai Japan Air Commuter pada akhir Oktober lalu.

CEO ATR, Stefano Bortoli mengatakan bahwa pencapaian ini menjadi momen yang membanggakan bagi ATR dan seluruh kolega yang telah berkontribusi kepada evolusi dan kesuksesan pesawat ATR.

"Kami berterima kasih kepada supplier, klien, dan operator dan tidak sabar membawa program ke tingkat lebih lanjut di masa depan," ujar Bortoli dalam keterangan tertulis yang diterima KompasTekno, Jumat (30/11/2018).

Baca juga: Indonesia Jadi Pasar Pesawat ATR Terbesar di Asia Pasifik

Sebelumnya, pabrikan Perancis itu juga merayakan pencapaian berbeda, dengan mengirimkan pesawat ATR72 ke-1.000 pada Juli 2018, dan mengirim ATR72-600 ke-500 pada Agustus 2018.

Sejak pengiriman pesawat ATR pertama lebih dari 30 tahun lalu, ATR telah menjadi penguasa pangsa pasar pesawat turboprop (bermesin baling-baling).

ATR menguasai pasar pesawat turboprop dunia dengan pangsa sebesar 75 persen sejak 2010 lalu. Hampir 500 unit pesawat ATR42 dan lebih dari 1.000 unit ATR72 telah dikirimkan ATR ke lebih dari 200 maskapai di 100 negara.

Di Indonesia sendiri, beberapa operator pesawat ATR antara lain maskapai Wings Air, Garuda Indonesia, NAM Air, Trigana Air, dan TransNusa.

Baca juga: Pesawat Baling-baling ATR Diklaim Cocok Sebagai Pembuka Rute

Penerbangan regional memegang peranan vital dan memberikan keuntungan ekonomi yang signifikan. ATR memprediksi lebih dari 30.000 pesawat turboprop dibutuhkan dalam 20 tahun mendatang.

Menurut ATR, penambahan 10 persen penerbangan regional bakal berkontribusi terhadap peningkatan wisatawan sebesar 5 persen, meningkatkan GDP 6 persen, dan foreign direct investment sebesar 8 persen.



Close Ads X