Begini Cara Google Mendukung Ekonomi Digital Indonesia - Kompas.com

Begini Cara Google Mendukung Ekonomi Digital Indonesia

Kompas.com - 05/12/2018, 09:49 WIB
Ruang santai di Kantor Google Indonesia.Fatimah Kartini Bohang/Kompas.com Ruang santai di Kantor Google Indonesia.

JAKARTA,KOMPAS.com - Google dan Temasek memprediksi pertumbuhan ekonomi digital di Indonesia tumbuh empat kali lipat di tahun 2025, mencapai angka 100 miliar dollar AS,

Ditambah, Presiden Joko Widodo mencanangkan Indonesia bisa menjadi negara dengan ekonomi digital terbesar di Asia Tenggara. 

Google pun mengambil langkah untuk ikut mewujudkan target tersebut dengan bekerja sama dengan beberapa startup lokal hingga pemerintah.

Dalam agenda Google for Indonesia yang berlangsung di Jakarta, Selasa (4/12/2018), Managing Director Google Indonesia, Randy Mandrawan Jusuf, menyebut pihaknya telah menjalin kerjasama dengan Kementrian Pariwisata dan Kementrian Perindustrian

Kerjasama itu dilakukan untuk melakukan pembinaan terhadap UKM lokal yang potensial.

Beberapa program yang telah terwujud adalah program loka karya Gapura Digital dan Woman Will yang kini merambah 12 kota di Indonesia.

Baca juga: 2025, Ekonomi Digital Indonesia Diprediksi Bernilai Rp 1.400 Triliun

Randy mengklaim bahwa UMKM lokal menyumbang lebih dari separuh pendabatan domestik bruto (PDB) Indonesia. 

UMKM yang bertransformasi menjadi digital mengalami pertumbuhan pendapatan hingga 80 persen lebih cepat.

Randy mengklaim, lebih dari 60 persen peserta program Gapura Digital melaporkan trafik peningkatan pelanggan, baik melalui telepon, kunjungan website atau kunjungan ke toko.

Ia pun sesumbar menetapkan target ambisius untuk program loka karyanya. 

"Kami menetapkan target ambisius untuk menambah peserta pelatihan dari lebih satu juta usaha menjadi 2 juta hingga akhir 2020. Saya sangat yakin melalui kerja sama yang kuat, melalui lembaga kementrian bisa bersama-sama mencapai target ini", ujar Randy. 

Lokakarya

Menteri Pariwisata, Arief Yahya yang juga turut hadir dalam sesi tersebut, juga mengungkapkan jika UMKM sangat berpengaruh bagi pertumbuhan industri pariwisata Indonesia.

Ia mengatakan bahwa, dari 55-60 juta UKM yang ada di Indonesia, 15 persennya bergerak di sektor pariwisata. Ke depan, Arief mengharapkan akan ada 1.150.000 UKM di sektor pariwisata yang dibina Google.

"Saya berharap, kita (Indonesia dan Google) membinanya bareng-bareng, Jangan sendiri-sendiri," imbuh Arief.

Baca juga: 2025, Pasar "Online Travel" Indonesia Terbesar di Indonesia

Arief juga mengatakan bahwa dirinya sangat percaya atas pengaruh perkembangan teknologi terhadap pertumbuhan industri pariwisata Indonesia.

Pada awal Januari lalu, Indonesia masuk dalam daftar 20 negara dengan pertumbuhan industri pariwisata tercepat di dunia menurut World Travel Tourism Council’s (WTTC).

"Anggaran di Kemenpar untuk media, 70 persen untuk digital dan 30 persennya untuk media konvensional," aku Arief. 

Digitalisasi UMKM

Tak hanya lewat loka karya, Google juga memperbarui aplikasi Google Bisnisku untuk mendigitalisasi UMKM.

Aplikasi Google Bisnisku sendiri dirancang untuk memperlancar bisnis kecil untuk memanfaatkan digitalisasi yang mengubah para pencari produk di dunia maya menjadi pelanggan yang mendatangkan pendapatan.

Aplikasi yang dirilis sejak tahun 2014 ini, diperbarui dengan beberapa fitur baru. Misalnya saja dengan munculnya tombol "Post" yang memungkinkan pelaku bisnis mengunggah foto, membuat penawaran atau acara dan menambahkannya di Profil Bisnis di Google. 

Baca juga: Tahun Depan, Kominfo Ingin Cetak 20.000 Talenta Digital

Pengguna juga bisa mengelola informasi bisnis di Google dari tab Profil dan langsung melihat perubahannya di Google Search atau Google Maps.

Fitur lain yang ditelurkan adalah "Messaging" di mana pelaku bisnis dan calon konsumen bisa saling berkomunikasi secara langsung.

Konsumen juga bisa mengikuti Profil Bisnis pelaku bisnis di Google dan menulis ulasan tentang produk atau jasa yang dijual.



Close Ads X