Google Go, Aplikasi Pencarian yang Ringan dan Irit Internet - Kompas.com

Google Go, Aplikasi Pencarian yang Ringan dan Irit Internet

Kompas.com - 05/12/2018, 11:09 WIB
Antarmuka Google GoGoogle Antarmuka Google Go

JAKARTA, KOMPAS.com - Google memperkenalkan aplikasi Google Go di Indonesia dalam agenda "Google for Indonesia" yang berlangsung di Jakarta, Selasa (4/12/2018).

Aplikasi ini menyusul deretan aplikasi "hemat" lain besutan Google seperti YouTube Go, Files Go, dan Asisstant Go, yang sudah ada.

Aplikasi berlabel "Go" merupakan versi irit yang dirancang lebih ringan dibanding aplikasi standar dengan nama serupa tanpa embel-embel itu.

"Kami meluncurkan Google, aplikasi terbaru dengan dukungan AI (kecerdasan buatan) yang dirancang khusus untuk pengguna baru internet di smartphone," jelas Kentaro Tokusei, Product Management Director Google Search, saat meluncurkan aplikasi Google Go.

Baca juga: Google Bikin Mesin Pencari Data Bagi Peneliti

Pengguna baru ini adalah mereka yang beranjak dari feature phone dan beralih ke smartphone. Sebab, aplikasi berlabel "Go" memang menyasar smartphone entry-level yang berspesifikasi rendah.

Ukuran file Google Go hanya 5 MB dan diklaim menghemat kuota data hingga 40 persen saat digunakan untuk melakukan penelusuran. Dengan ukuran yang kecil, smartphone dengan ruang penyimpanan kurang dari 1 GB pun akan tetap bisa menampung aplikasi Google Go.

Google Go juga bisa diandalkan saat melakukan penelusuran di daerah dengan koneksi jaringan 2G atau disaat jaringan internet tidak stabil.

Jika jaringan terputus, Google Go akan mengingat dan mengambil hasil penelusuran untuk ditampilkan saat pengguna online kembali.

Antarmuka Google Go dibuat sederhana dengan menyuguhkan isu-isu di internet yang sedang menjadi trending Google saat itu. Beberapa aplikasi yang diklaim banyak digunakan di Indonesia juga tersedia dan bisa diakses dengan satu kali ketukan.

Antarmuka Google GoKompas.com/Wahyunanda Kusuma Antarmuka Google Go

Aplikasi-aplikasi tersebut dikelompokan menjadi 13 kategori, seperti kategori Berita, Olahraga, Pendidikan, Lowongan, dan sebagainya.

Pengguna bisa menemukan berita terhangat yang sedang trending hari ini, cukup dengan menggeser ke kanan dan menemukannya di menu "Discover".

Bisa membacakan situs

Selain itu, Google Go yang didukung kecerdasan buatan juga bisa membacakan isi halaman situs yang dibuka lewat audio, bahkan saat berada pada jaringan 2G sekalipun.

Seraya dibacakan, kata per kata dalam teks akan ditandai untuk memudahkan pengguna menyimak apa yang sedang didengarkan.

Baca juga: Pegawai Google Bikin Petisi Pembatalan Proyek "Dragonfly"

Dengan begitu, teks panjang akan lebih mudah dipahami sambil melakukan aktivitas lainnya, seperti memasak atau berolahraga. Google Go bisa diunduh melalui toko aplikasi Android Google Play Store di tautan berikut.

Meski ditujukan untuk ponsel segmen menengah ke bawah, smartphone kelas menengah dan kelas atas juga bisa mengunduhnya di tempat yang sama.

Wikipedia bahasa Inggris bisa diterjemahkan ke Bahasa Indonesia

Dukungan AI juga digunakan untuk menyediakan konten berbahasa Indonesia lebih banyak lagi. Salah satunya adalah kerjasama Google dengan Wikipedia. Google akan mengidentifikasi artikel Wikipedia yang relevan namun hanya tersedia dalam Bahasa Inggris. 

Kemudian, Google akan memanfaatkan sistem yang disebut neural machine translation untuk menerjemahkan artikel tersebut secara kalimat utuh, bukan kata per kata, yang hasilnya akan muncul di laman pencarian Google Search.

Baca juga: Google Hangouts Tutup di 2020?

Dalam acara Google for Indonesia, Google juga mengumukan fitur baru di Google Maps untuk memudahkan pengguna transportasi umum Transjakarta.

Selain bisa melacak lokasi dan jadwal bus secara real-time, pengguna juga akan mendapatkan notifikasi alarm jika akan berhenti di halte tujuan. Kini, pengguna juga bisa membagikan lokasi perjalanan secara real-time ke teman atau keluarga.



Close Ads X