Dijual Rp 13 Juta, Asus ROG Phone Incar Ceruk Pasar Sendiri - Kompas.com

Dijual Rp 13 Juta, Asus ROG Phone Incar Ceruk Pasar Sendiri

Kompas.com - 12/12/2018, 10:43 WIB
Model menunjukkan smartphone gaming Asus ROG Phone dalam acara peluncurannya di Jakarta, Selasa (11/12/2018).KOMPAS.com/ OIK YUSUF Model menunjukkan smartphone gaming Asus ROG Phone dalam acara peluncurannya di Jakarta, Selasa (11/12/2018).

JAKARTA, KOMPAS.com - Pertama kali diumumkan pada pertengahan tahun ini dan sempat terkendala persyaratan Tingkat Kandungan Dalam Negeri (TKDN), smartphone gaming Asus, ROG Phone, akhirnya resmi meluncur di Indonesia lewat acara yang digelar di Jakarta, Selasa (11/12/2018).

Banderol ROG Phone yang namanya merupakan singkatan dari brand Asus Republic of Gamers ini terbilang tinggi di kisaran Rp 12 juta hingga Rp 14 juta, sebanding dengan smartphone flagship pabrikan lain yang sudah lebih dulu merajai pasaran

Kendati demikian, Asus tetap optimis ROG phone bisa menciptakan ceruk pasar sendiri dengan menyasar kalangan penggemar game. 

Asus berharap ROG Phone akan mampu menjadi pelopor pasar ini di Indonesia sehingga tak akan berbenturan langsung dengan model flagship lain. 

“Kami berupaya membuat ‘blue ocean’, tempat di mana masih belum banyak kompetitor. Kami ingin menjadi salah satu phak pertama yang membikin ruang baru untuk gaming smartphone,” ujar Asus South East Asia Regional Director, Jimmy Lin, saat ditemui usai acara peluncuran ROG Phone. 

Target spesifik 

Menurut Jimmy, Asus sengaja merancang ROG Phone agar menjadi ponsel yang dioptimalkan setinggi mungkin untuk keperluan gaming. 

Baca juga: Asus ROG Phone Dijual Rp 12,9 Juta di Indonesia

Chip Snapdragon 845 yang menjadi dapur pacu ROG Phone misalnya, dipasangkan dengan pendingin khusus 3D Vapor Chamber sehingga sanggup dijalankan dengan kecepatan 2,96 GHz, lebih tinggi dari kecepatan standar 2,8 GHz. 

ROG Phone pun diklaim sebagai satu-satunya ponsel yang bisa menembus nilai benchmark AnTuTu di atas 300.000 poin. 

Ada juga beberapa fitur dan aspek desain yang khusus dirancang agar menambah kenyamanan gamer. 

Asus ROG Phone dengan aksesoris joystick tambahan.KOMPAS.com/Bill Clinten Asus ROG Phone dengan aksesoris joystick tambahan.

Seperti konektor USB yang diposisikan di sisi samping kiri perangkat, sehingga akan berada di bawah saat ROG Phone berada dalam orientasi landscape dan tak mengganggu genggaman tangan pengguna saat bermain game. 

Jimmy pun berani mengklaim ROG phone sebagai ponsel pertama yang didedikasikan sebagai mesin game mobile.

“Semua ponsel memiliki desain bagus dan CPU bertenaga, tapi hanya kami yang punya pesan jelas di gaming,” ujar Jimmy. 

“Target konsumen kami terang benderang. Flagship lain tak punya target spesifik. Ini (gaming) adalah area yang kami percaya akan tumbuh. Inilah tempat di mana kami ingin berinvestasi,” lanjut dia.

Bukan cuma seksi

Kendati menyasar “segmen” gaming, Jimmy mengaku belum tahu apakah memang ada kebutuhan atau permintaan dari konsumen Indonesia terhadap perangkat smartphone gaming. Justru karena inilah, kata dia, ROG perlu menciptakan pasarnya sendirl.  

Selain itu, kehadiran ROG Phone diharapkan mampu meningkatkan image Asus di mata konsumen Indonesia dengan menghadirkan teknologi-teknologi terkini dan terbaik dari pabrikan asal Taiwan tersebut.

Kiri-Kanan: Jimmy Lin, SouthEast Asia Regional Director Asus, Rex Lee, SouthEast Asia Regional Director Asus di peluncuran Asus ROG Phone di Indonesia, Selasa (11/12/2018).
KOMPAS.com/Bill Clinten Kiri-Kanan: Jimmy Lin, SouthEast Asia Regional Director Asus, Rex Lee, SouthEast Asia Regional Director Asus di peluncuran Asus ROG Phone di Indonesia, Selasa (11/12/2018).

“Bukan soal market share, tapi soal pesan dan brand positioning di Indonesia,” ujar Jimmy.

Bagaimana soal persaingannya dengan smartphone gaming lain seperti Razer Phone dan Xiaomi Black Shark, terutama di luar negeri tempat ponsel-ponsel ini bersaing memperebutkan pasar?

Jimmy mengatakan keunggulan ROG Phone terletak pada banyaknya aksesori pendamping yang bisa dipasangkan dengan ponsel itu untuk mendukung kenyamanan bernain. 

Misalnya, controller GameVice yang menyulal ROG phone jadi serupa konsol game Nintendo Switch, TwinView dual screen game pad yang menggabungkan dua unit ROG phone sehingga berbentuk seperti Nintendo DS, dan Aero Active Cooler yang mendinginkan suhu permukaan perangkat.

Gaming phone lain mengandalkan jeroan powerful dan desain seksi, tapi aksesorinya tak banyak. Inilah poinnya, kami punya apa yang dibutuhkan oleh gamer sehari-hari,” pungkas Jimmy.

Baca juga: Asus Siapkan Ponsel Gaming ROG Phone Versi RAM Lebih Rendah

Di Indonesia, ROG Phone tersedia dalam dua varian yang dibedakan berdasarkan kapasitas media penyimpanan. Varian dengan storage 128 GB dijual seharga Rp 12.999.000 sementara varian storage 512 GB dibanderol Rp 14.499.000.

Spesifikasi lain dari ROG Phone mencakup RAM 8 GB, layar  AMOLED 6 inci (2.160 x 1.080 piksel, aspect ratio 18:9, Gorilla Glass 6 ) dengan refresh rate 90 Hz dan response time 1 ms, baterai 4.000 mAh, kamera ganda 12 megapiksel dan 8 megapiksel, serta kamera depan 8 megapiksel. 

Asus belum mengungkapkan kapan ROG Phone akan mulai dijual di Indonesia. Di panggung acara hanya disebutkan pemesanannya akan dimulai pada Januari 2019 mendatang.



Close Ads X