Kompas.com - 17/12/2018, 09:56 WIB

KOMPAS.com - Sengketa paten antara Qualcomm dan Apple masih terus berlanjut. Beberapa hari lalu, Qualcomm memenangkan tuntutan atas Apple di Pengadilan Rakyat Menengah Fuzhou, China.

Hasilnya, Apple harus menarik beberapa varian iPhone di China, mulai dari iPhone 6s hingga iPhone X, yang diduga melanggar paten Qualcomm.

Namun agaknya, Qualcomm masih belum puas dan ingin varian baru iPhone yakni iPhone XS, iPhone XR, dan iPhone XS Max, agar ikut dilarang peredarannya di China.

Pengacara Qualcomm, Jiang Hongyi mengatakan bahwa kliennya akan membuktikan bahwa Apple melanggar dua poin dalam paten di produk iPhone terbaru. Bukti tersebut akan digunakan Qualcomm sebagai dasar untuk melarang penjualannya di China.

Sementara itu, Apple menolak tuduhan yang dialamatkan oleh Qualcomm. Perusahaan asal Cupertino disebut masih berjuang untuk mengajukan banding ke pengadilan.

Selain itu, Apple juga menyiapkan pembaruan iOS yang akan memperbaiki masalah yang diakibatkan oleh perang paten ini. Dilansir KompasTekno dari BGR, Senin (17/12/2018), Apple akan merilis pembaruan software pada awal minggu depan.

"Awal minggu depan kami akan mengirimkan pembaruan software untuk pengguna iPhone di China untuk mengantisipasi malfungsi minor yang diakibatkan dua paten dalam masalah ini," jelas perwakilan Apple.

Baca juga: Gara-gara Qualcomm, Apple Dilarang Jual iPhone di China

Sengketa paten antara Qualcomm dan Apple sudah berlangsung sejak lama. Qualcomm memperkarakan Apple di pengadilan China pada akhir 2017. Pabrikan chipset itu menuduh iPhone melanggar beberapa fitur yang berkaitan dengan peningkatan fotografi dan aplikasi touchscreen.

Apple sendiri mengatakan bahwa keputusan pelarangan iPhone di China harus dicabut. Sebab, melanjutkan pemasaran iPhone di China tidak melanggar pasal "kerusakan yang tak dapat diperbaiki", sebagaimana yang dipermasalahkan Qualcomm.

Apple juga mengatakan pada pengadilan bahwa pelarangan tersebut akan berdampak pada pemasok asal China, konsumen, dan negara.

Qualcomm sendiri telah membayar 43,54 juta obligasi untuk menutup kerusakan potensial kepada Apple. Apple sendiri telah bersedia untuk membayar "counter security" dua kali lipat dari biaya obligasi tersebut agar larangannya dicabut.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Sumber BGR
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Apa Itu Ovo U Card, Simak Cara Daftar dan Aktivasinya

Apa Itu Ovo U Card, Simak Cara Daftar dan Aktivasinya

e-Business
Samsung Bikin Sensor 200 MP dengan Piksel Terkecil di Industri

Samsung Bikin Sensor 200 MP dengan Piksel Terkecil di Industri

Hardware
Kominfo Siap Bangun 4 Pusat Data Nasional di Indonesia

Kominfo Siap Bangun 4 Pusat Data Nasional di Indonesia

Internet
Terakhir 27 Juni, Ini Link Pendaftaran Seleksi Jalur Mandiri Universitas Padjadjaran serta Syarat dan Biayanya

Terakhir 27 Juni, Ini Link Pendaftaran Seleksi Jalur Mandiri Universitas Padjadjaran serta Syarat dan Biayanya

e-Business
Sony Pangkas Harga Game PS4 dan PS5 hingga 80 Persen, Ini Daftar Game yang Menarik

Sony Pangkas Harga Game PS4 dan PS5 hingga 80 Persen, Ini Daftar Game yang Menarik

Software
25 Link Download Twibbon Hari Anti Narkoba Internasional 2022 dan Cara Pakainya

25 Link Download Twibbon Hari Anti Narkoba Internasional 2022 dan Cara Pakainya

Internet
2 Ponsel Misterius Vivo Segera Masuk Indonesia

2 Ponsel Misterius Vivo Segera Masuk Indonesia

Gadget
Link Pendaftaran Seleksi Jalur Mandiri Universitas Airlangga serta Syarat, Jadwal, dan Biayanya

Link Pendaftaran Seleksi Jalur Mandiri Universitas Airlangga serta Syarat, Jadwal, dan Biayanya

e-Business
6 Janji Zuckerberg Bikin Kreator Instagram dan Facebook Makin Cuan

6 Janji Zuckerberg Bikin Kreator Instagram dan Facebook Makin Cuan

e-Business
Mengapa E-mail Bisa Masuk ke Spam di Gmail? Ini 5 Penyebabnya

Mengapa E-mail Bisa Masuk ke Spam di Gmail? Ini 5 Penyebabnya

Internet
Gimbal DJI RS 3 dan RS 3 Pro Sudah Bisa Dipesan di Indonesia, Ini Harganya

Gimbal DJI RS 3 dan RS 3 Pro Sudah Bisa Dipesan di Indonesia, Ini Harganya

Hardware
Tombol “Caption” Hadir di Video Twitter

Tombol “Caption” Hadir di Video Twitter

Software
Cara Cek BI Checking via SLIK OJK secara Online buat Mengajukan Kredit

Cara Cek BI Checking via SLIK OJK secara Online buat Mengajukan Kredit

e-Business
Siap-Siap Menghadapi Otomatisasi Transportasi

Siap-Siap Menghadapi Otomatisasi Transportasi

Hardware
Cara Melihat Skor UTBK-SBMPTN 2022 dengan Mengunduh Sertifikat via Website LTMPT

Cara Melihat Skor UTBK-SBMPTN 2022 dengan Mengunduh Sertifikat via Website LTMPT

e-Business
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.