Kompas.com - 21/12/2018, 12:41 WIB
 Ilustrasi Bandara Gatwick CNBC Ilustrasi Bandara Gatwick


KOMPAS.com - Salah satu bandara tersibuk di Eropa, Gatwick International Airport di London, dilumpuhkan oleh dua buah drone untuk kebutuhan industri, Rabu (19/12/2018) malam waktu setempat.

Kedua drone tersebut diketahui terbang di sekitaran bandara dan landasan, sehingga mengganggu sinyal penerbangan dan aktivitas bandara.

Gara-gara drone tersebut, sejumlah penerbangan tertunda dan ratusan ribu penumpang terlantar. Sekitar 760 penerbangan gagal mendarat dan lepas landas di Gatwick.

Beberapa pesawat yang ditujukan mendarat di London Gatwick diketahui dialihkan ke bandara terdekat, seperti Luton, Birmingham, Manchester, Cardiff, Glasgow, Paris, dan Amsterdam.
 
Tak hanya itu, sebanyak 110.000 penumpang yang dijadwalkan terbang pada Kamis lalu dari bandara Gatwick pun gagal melakukan penerbangan.

10.000 penumpang di antaranya terjebak di bandara, tanpa mendapatkan informasi kapan mereka bisa diberangkatkan.

Baca juga: Alasan Drone Berbanderol Mahal Tetap Laris di Indonesia

"Saya dan keluarga saya sudah terjebak disini (Gatwick) selama enam jam, orang-orang banyak yang tidur di lantai di area selatan bandara," sebut salah satu penumpang.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Terkait jadwal penerbangan, aparat berwajib masih menyelidiki kasus ini dan mengatakan mereka belum bisa membuka aktivitas bandara, lantaran kedua drone tersebut belum disetop.

"Polisi sedang mencari pilot drone tersebut, itulah salah satu cara untuk menghentikannya," ujar aparat kepolisian setempat.

Belum diketahui pasti kapan bandara dapat beraktivitas seperti sedia kala, sebab otoritas bandara belum bisa membuka landasan hingga aman dari gangguan drone. Namun, kekacauan di bandara Gatwick ini disebut dapat berlangsung selama beberapa hari.

"Jika hari ini (Gatwick) dibuka, pertama kita akan memulangkan penumpang yang bukan berasal dari Gatwick, dan ini butuh beberapa hari," ujar Chris Woodroofe, Chief Operating Officer bandara Gatwick.

Kronologi

Sebelumnya, dua drone diketahui melewati batas pagar bandara. Drone tersebut diterbangkan oleh pihak yang tak bertanggung jawab di area landasan Gatwick, sekitar pukul 9 pada Rabu malam.

Pada Kamis (20/12/2018) pukul 3 dini hari, bandara kembali dibuka. Namun, setelah 45 menit beroperasi, landasan kembali ditutup lantaran drone kembali menyerang.

Hingga artikel ini ditayangkan, Jumat (21/12/2018) siang, bandara Gatwick tampak masih belum beroperasi secara normal, sebab drone belum dilumpuhkan.

Menurut kepolisian setempat, meski mereka menyebut bukan aksi terorisme, namun memang terlihat sengaja dilakukan untuk mengganggu sinyal masuk dan keluar bandara.

Padahal, ada hukum yang melarang seseorang menerbangkan drone di bandara, hingga radius 1 km. Ditambah, drone juga tak boleh terbang di atas 400 kaki (120 meter), lantaran bisa membahayakan pesawat dan drone itu sendiri.

Jika ada yang melanggar peraturan ini, maka pilot drone bakal terancam hukuman penjara 5 tahun, sebagaimana dihimpun KompasTekno dari BBC, Jumat (21/12/2018).

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Sumber BBC
Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.