HTC Konsentrasi di Pasar Ponsel Menengah ke Atas

Kompas.com - 23/12/2018, 08:13 WIB
HTC resmi merilis flagship teranyarnya, HTC U12+. Ponsel ini memiliki empat kamera yakni dua di depan dan dua di belakang serta dengan varian bodi transparan. AndroidPitHTC resmi merilis flagship teranyarnya, HTC U12+. Ponsel ini memiliki empat kamera yakni dua di depan dan dua di belakang serta dengan varian bodi transparan.

KOMPAS.com - Kondisi bisnis HTC yang semakin terpuruk membuat perusahaan harus memutar otak. Demi mendongkrak pendapatan, HTC akan fokus memproduksi ponsel kelas menengah dan atas untuk tahun depan.

Hal tersebut diutarakan langsung oleh Presiden HTC Taiwan, Darren Chen. Menurutnya Darren, dengan kebijakan ini HTC akan memperluas lini U12+ yang merupakan ponsel flagship milik HTC.

Lebih lanjut, Darren mengungkapkan bahwa HTC U12+ yang telah dirilis sekitar enam bulan lalu, sampai saat ini masih mejadi salah satu ponsel dual kamera terbaik. Ia pun sesumbar bahwa penjualan ponsel U12+ versi 128 GB juga masih cukup kuat.

Selain HTC U12+, vendor asal Taiwan ini juga memiliki HTC Exodus 1 yang merupakan ponsel blockchain pertama milik mereka. Darren mengatakan pada penjualan perdananya di bulan Desember, ponsel ini sudah ludes terjual.

Dikutip KompasTekno dari Digitimes, Minggu (23/12/2018), larisnya ponsel blockchain ini membuat HTC juga akan memetakan strategi dan model bisnis baru khusus untuk smartphone blockchain.

Baca juga: Tak Ingin Bernasib seperti HTC, Ini Strategi LG Mobile di Indonesia

Tak hanya itu, Darren juga optimistis pada penjualan perangkat VR yang diklaim merangkak naik.

"Penjualan produk headset VR HTC juga telah mendapatkan momentum karena daya saing lineup telah meningkat berkat dirilisnya Vive Pro yang telah ditingkatkan serta Vive Focus yang berdiri sendiri," kata Darren.

"HTC bertujuan untuk meningkatkan kinerja toko aplikasi Viveport VR, mengubahnya menjadi platform seperti Google Play dan App Store di industri VR untuk mempromosikan beragam aplikasi, termasuk judul game VR," lanjutnya.

HTC sendiri kini tengah berada dalam kondisi bisnis yang terus menurun. Pendapatan HTC terus merosot tajam, bahkan Juli lalu pendapatan menurun lebih dari 30 persen dari bulan sebelumnya.

Sampai-sampai demi menstabilkan kondisi keuangan, HTC dikabarkan akan memecat sebanyak 1.500 karyawan untuk efisiensi ongkos produksi.

Pemecatan ini akan dilakukan HTC di unit manufakturnya di Taiwan. Jumlah 1.500 karyawan adalah angka yang besar jika dibandingkan dengan total pegawai HTC secara global.

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Sumber Digitimes
Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X