Pencabutan Izin First Media dan Internux Sempat Tertunda, Apa Alasannya?

Kompas.com - 28/12/2018, 15:21 WIB
Modem Bolt Super 4G LTE Reska K. Nistanto/KOMPAS.comModem Bolt Super 4G LTE
|
Editor Oik Yusuf

JAKARTA, KOMPAS.com - PT First Media (KBLV) dan PT Internux menunggak Biaya Hak Penggunaan (BHP) frekuensi 2,3 Ghz pada pemerintah sejak 2016 lalu.

Kementerian Komunikasi dan Informatika ( Kominfo) telah memberikan tenggat pembayaran hingga 17 November lalu dan jika melewati tenggat, maka izin harus segera dicabut.

Namun pada praktiknya, Kominfo menunda pencabutan izin kedua operator telekomunikasi tersebut hingga hari ini, Jumat (28/12/2018). Apa alasannya?

Menurut Direktur Jenderal Sumber Daya dan Perangkat Pos dan Informatika (SDPPI) Kominfo, Ismail, penundaan itu dikarenakan Kominfo masih mempertimbangkan kepentingan pelanggan agar tidak dirugikan dengan adanya pencabutan izin itu.

Baca juga: Bolt Resmi Setop Layanan 4G LTE Hari Ini

Berdasarkan pantauan Kominfo, pada tanggal 20 November terdapat 10.169 pelanggan aktif yang nilai kuota datanya di atas Rp 100.000, Kemudian pada tanggal 25 Desember lalu hanya tersisa 5.056 pelanggan aktif yang kuotanya melebihi Rp 100.000. 

"Kondisi itu menunjukkan penurunan signifikan, sehingga hari ini merupakan saat yang tepat untuk mengakhiri penggunaan spektrum frekuensi 2,3 Ghz untuk meminimalisasi dampak kerugian bagi pelanggan," kata Ismail dalam konferensi pers di kantor Kominfo, Jumat (28/12/2018).

Dilarang tambah pelanggan

Ia pun menambahkan, sejak 19 November lalu Kominfo sudah melarang kedua operator telekomunikasi tersebut untuk menambah pelanggan baru dan meminta menghentikan aktivitas top up kuota data.

"Karena pengakhiran (pencabutan izin) itu akan berdampak terhadap pelanggan yang tidak dapat lagi menggunakan layanan telekomunikasi PT Internux dan PT First Media (KBLV)," tambahnya.

Sebelumnya, tenggat waktu yang diberikan oleh Kominfo kepada PT First Media (KBLV) dan PT Internux untuk melunasi tunggakan senilai Rp 364,84 miliar dan senilai Rp 343,57 miliar adalah tanggal 17 November lalu.

Baca juga: Izin Frekuensi Dicabut, First Media, Internux, dan Jasnita Tetap Wajib Bayar Utang

Namun, tenggal awal ini kemudian molor hingga tanggal 19 November yang juga kembali tertunda.

Halaman Selanjutnya
Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X