Kalahkan Apple, Microsoft Jadi Perusahaan Terkaya di Dunia

Kompas.com - 03/01/2019, 15:02 WIB
Microsoft IstMicrosoft
|
Editor Oik Yusuf

KOMPAS.com - 2018 bisa menjadi tahun yang bersejarah untuk Microsoft. Pasalnya pada akhir tahun 2018 kemarin, Microsoft kembali menorehkan prestasi sebagai perusahaan publik terkaya alias memiliki nilai valuasi terbesar di dunia.

Terhitung pada akhir Desember 2018, Microsoft tercatat memiliki angka valuasi sebesar 780 miliar dollar AS. Meski turun dari bulan sebelumnya, angka ini tetap membuat Microsoft bertengger di peringkat pertama, tepat di atas Apple.

Sama seperti Microsoft, angka valuasi Apple di akhir 2018 kemarin juga menurun dari bulan sebelumnya. Valuasi Apple tercatat sebesar 748,5 miliar dollar AS dan disusul oleh Amazon dengan nilai 734 miliar dollar AS.

Baca juga: Microsoft Kini Lebih Kaya dari Google

Naik dan turunnya valuasi ini dipengaruhi oleh harga saham yang terus bergerak. Selain itu faktor yang juga sangat berpengaruh adalah kondisi penjualan produk yang dibuat setiap tahun.

Meski Apple dan Amazon sama sama tercatat sebagai perusahaan publik yang sudah menyentuh angka valuasi 1 triliun dollar AS, kedua perusahaan ini mengalami masa sulit terkait dengan penjualan.

Dirangkum KompasTekno dari Phone Arena, Kamis (3/1/2019), angka penjualan Apple tercatat mengalami penurunan sebesar 32 persen di akhir tahun 2018, sementara Amazon turun 27 persen.

Berdasarkan laporan, angka permintaan pasar untuk trio iPhone 2018 yang diperkenalkan September lalu memang tidak sesuai harapan. Karena hal ini, dalam beberapa pekan terakhir pada November lalu nilai kapitalisasi pasar Apple menyusut 300 miliar dollar AS.

Sementara itu layanan cloud Azure dan Office 365 miliknya memang tengah berkembang dengan pesat.

Baca juga: Pendiri Microsoft Paul Allen Meninggal Dunia Karena Kanker

Pada November 2018 lalu Microsoft untuk pertama kalinya setelah 8 tahun, mampu menyalip Apple sebagai perusahaan terkaya di dunia. Nilai saham Microsoft terus membaik dalam beberapa waktu belakangan.

Salah satu faktor yang menyebabkan peningkatan ini adalah penunjukkan Satya Nadella sebagai CEO yang kemudian mengubah haluan perusahaan untuk fokus pada layanan cloud.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X