Puluhan Aplikasi Android Ini Diam-diam Kirim Data Pengguna ke Facebook

Kompas.com - 04/01/2019, 15:03 WIB
KRAKOW, POLAND - 2018/09/07: Facebook and Instagram logos are seen trough a magnifying glass on an android mobile phone. (Photo by Omar Marques/SOPA Images/LightRocket via Getty Images) SOPA ImagesKRAKOW, POLAND - 2018/09/07: Facebook and Instagram logos are seen trough a magnifying glass on an android mobile phone. (Photo by Omar Marques/SOPA Images/LightRocket via Getty Images)
Penulis Bill Clinten
|
Editor Oik Yusuf

KOMPAS.com - Meskipun tidak memasang aplikasi Facebook di ponselnya, jejaring sosial itu ternyata bisa tetap mengumpulkan data pribadi pengguna Android lewat puluhan aplikasi lain.

Temuan ini diungkapkan oleh firma riset Privacy International yang meneliti 34 aplikasi Android populer sepanjang bulan Agustus hingga Desember 2018. Masing-masing aplikasi memiliki angka instalasi antara 10 hingga 500 juta.

Dari ke-34 aplikasi tersebut, setidaknya 61 persen atau 23 aplikasi ternyata diam-diam mengirim data pengguna ke Facebook secara otomatis saat diaktifkan.

Saat terpasang dan dibuka oleh pengguna, aplikasi-aplikasi ini bakal mengirim pemberitahuan ke Facebook lewat SDK (Software Development Kit) jejaring sosial itu yang dipakai oleh aplikasi terkait.

Informasi macam demikian setidaknya bisa dipakai untuk mengetahui apakah pengguna memakai aplikasi tertentu atau tidak, berikut pola penggunaannya karena pemberitahuan via SDK dikirim ke Facebook tiap kali aplikasi digunakan.

Baca Juga: Waspada 22 Aplikasi Android Ini Menyedot Baterai dan Kuota Internet

Beberapa aplikasi tadi bisa mengirim data yang lebih rinci, seperti misalnya aplikasi travel "Kayak" yang meneruskan keterangan pencarian penerbangan, lokasi keberangkatan dan tujuan, jumlah tiket, hingga anggota keluarga yang pergi bersama.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Data-data pengguna dikirim ke Facebook bersama Google Advertising ID (AAID), sebuah unique identifier yang berperan untuk membangun profil pengguna untuk targeting iklan, berdasarkan kebiasaan pemakaian aplikasi dan web browsing.

"Jika digabungkan, data dari berbagai aplikasi tersebut dapat menggambarkan kepribadian orang termasuk aktifitasnya, hobinya, kebiasaannya, agamanya, bahkan kesehatannya," sebut sang lembaga riset dalam laporannya.

Tanggapan Facebook

Melihat temuan Privacy International, Facebook pun angkat bicara. Pihak Facebook mengatakan kepada Privacy International bahwa transmisi data dari berbagai aplikasi ke Facebook itu adalah hal yang lumrah terjadi lantaran menguntungkan kedua sisi. 

"Informasi ini penting untuk membantu pengembang memahami cara meningkatkan aplikasi mereka dan untuk membantu pengguna menerima iklan yang relevan," ujar Facebook dalam pernyataan yang dihimpun KompasTekno dari The Independent, Jumat (4/1/2019).

Facebook juga menambahkan keamanan privasi terkait praktik berbagi data antar aplikasi melalui SDKnya telah disisipkan dalam kebijakan privasi pengguna yang tertuang di laman Data Policy dan Cookies Policy.

Begitupun dengan penggunaan AAID, yang juga dimanfaatkan Facebook untuk iklan, sebenarnya bisa dikontrol oleh masing-masing pengguna lewat pengaturan di ponsel mereka.

Baca juga: 20 Skandal Facebook Sepanjang Tahun 2018

Kendati demikian, untuk melindungi privasi, pengguna disarankan berhati-hati menyetujui "permissions" yang kerap muncul ketika membuka aplikasi populer tersebut, jika tak mau data pribadinya tersebar ke sang raksasa jejaring sosial.

Untuk melihat izin aplikasi, pengguna bisa pergi ke menu "Setting". Tergantung model ponsel, menu "Permissions" bisa muncul di halaman awal "Setting".

Namun, di beberapa model ponsel, pengguna diharuskan pergi ke menu "Installed Apps" untuk memilih salah satu aplikasi dan melihat apa saja akses yang diizinkan melalui opsi "App Permissions".

Daftar menu Permission di SettingBill Clinten/Kompas.com Daftar menu Permission di Setting

Terakhir, pengguna juga bisa me-reset AAID lewat menu Setting > Google > Ads > Reset Advertising ID.

Berikut daftar 34 aplikasi Android yang ditelaah oleh lembaga riset Privacy International. Informasi selengkapnya bisa dibaca dalam laporan Privacy International di tautan berikut.

  1. Dropbox
  2. Spotify
  3. Kayak
  4. BMI Calculator
  5. Super-Bright LED Flashlight
  6. Candy Crush Saga
  7. WeChat
  8. Period Tracker Clue
  9. My Talking Tom
  10. Indeed Job Search
  11. VK
  12. Muslim Pro
  13. Skater Boy
  14. Duolingo
  15. Period Tracker
  16. Salatuk
  17. TripAdvisor
  18. Skyscanner
  19. MyFitnessPal
  20. Family Locator GPS Tracker
  21. Shazam
  22. Yelp
  23. Instant Heart Rate
  24. Phone Tracker By Number
  25. HP ePrint
  26. Opera
  27. King James Bible
  28. Clean Master
  29. Qibla Connect
  30. Security Master
  31. Turbo Cleaner
  32. Speedtest by Ookla
  33. The Weather Channel
  34. YouVersion Bible
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.