Menjajal Predator Thronos, Kursi Gaming Seharga Rp 299 Juta

Kompas.com - 09/01/2019, 12:53 WIB
Kursi gamer Acer Predator Thronos.KOMPAS.com/ BILL CLINTEN Kursi gamer Acer Predator Thronos.

JAKARTA, KOMPAS.com - Setelah pertama kali diperkenalkan pada ajang IFA 2018 pertengahan tahun lalu, Acer Predator Thronos akhirnya resmi meluncur di Indonesia lewat sebuah acara yang digelar di kantor Acer di Jakarta, Selasa (8/1/2018) kemarin.

KompasTekno ikut hadir dalam event tersebut dan tak lupa menjajal kursi gaming berbanderol Rp 299 juta yang layak disebut sebagai "singgasana" mewah untuk para gamer ini.

Saat pertama kali melihatnya, Predator Thronos tampak seperti jeroan cockpit pesawat futuristis. Di bagian depannya bertengger tiga monitor yang disusun berjejer agar memberikan efek "surround" visual saat penggunanya bermain.

Baca Juga: Kursi Gamer Acer Predator Thronos Dijual Rp 299 Juta di Indonesia

Bagian kursi terdapat di tengah, disokong oleh penopang berbahan logam yang beratnya mencapai 220 kg.

Sebuah lengan berbentuk melengkung mirip busur raksasa menjulur dari bagian penopang, melewati kepala pengguna di atas kursi. Fungsinya tak lain untuk tempat bertengger ketiga monitor tadi.

Sesaat sebelum memasuki singgasana, pengguna diharuskan menekan tombol pada bagian kiri untuk membuka "pintu" di sisi kursi. Tombol kembali ditekan untuk menutup pintu saat sudah duduk manis.

Tampilan Predator Thronos dengan Pintu yang Menghalangi KursiBill Clinten/Kompas.com Tampilan Predator Thronos dengan Pintu yang Menghalangi Kursi

Sudut kemiringan kursi ini bisa diatur agar lebih nyaman sesuai kehendak pengguna. Ia dapat direbahkan hingga 140 derajat. Begitupun ketiga monitor yang bisa digerakkan supaya lebih sesuai dengan arah pandangan.

Pengaturan kursi dan monitor dilakukan lewat panel kontrol di sisi kiri kursi. Ada bantalan empuk untuk menopang lengan pengguna agar lebih nyaman saat bermain.

Setelah sibuk mengutak-atik kemiringan kursi dan letak monitor barang sejenak, KompasTekno pun siap menjajalnya untuk bermain. Game yang dicoba adalah First Person Shooter (FPS) populer, Counter Strike: Go. 

Ilustrasi Bermain di Predator ThronosBill Clinten/Kompas.com Ilustrasi Bermain di Predator Thronos
Sudut pandang mata saat bermain game terasa jauh lebih luas dibanding biasanya lantaran tiga monitor berukuran 27 inci disodorkan secara berderet dan melengkung di depan mata.

Dengan begini, bidang pandangan tidak hanya terbatas pada satu monitor saja. Gamer pun bisa lebih jauh melihat ke kiri dan kanan tokoh yang dimainkan, lewat dua monitor tambahan di masing-masing sisi.  

Beberapa saat setelah permainan dimulai, tembak menembak pun segera terjadi. Kursi Predator Thronos bergetar saat senjata KompasTekno menyalak.

Rupanya Predator Thronos memiliki teknologi force feedback (tactile haptic feedback) di mana kursi gamer ini akan memberikan getaran sesuai dengan event yang terjadi dalam game. Intensitas getaran bisa diatur melalui panel kontrol di sisi kiri kursi.

Ilustrasi Kontrol Getaran Predator ThronosBill Clinten/Kompas.com Ilustrasi Kontrol Getaran Predator Thronos

Selain kursi dan monitor, Predator Thronos turut dipaketkan bersama aneka pernik penunjang, termasuk PC gaming dari seri Predator Orion 9000/ 5000, headphone, mouse dan keyboard, hingga mousepad yang semuanya dirancang oleh Predator, sub-brand gaming dari Acer. 

Baca Juga: Dijual Rp 299 Juta, Ini Perlengkapan Kursi Gaming Predator Thronos

Pengalaman duduk di singgasana gamer ini merupakan keasyikan tersendiri lantaran penggunanya memang benar-benar dimanjakan dan dibuat nyaman oleh segudang fitur yang ditawarkan Predator Thronos.

Rangkaian foto selengkapnya dari pengalaman KompasTekno mencicipi Predator Thronos bisa dilihat di tautan berikut. 

Tertarik untuk mencoba? Datang saja ke acara Acer di tanggal 14-20 Januari nanti di Electronic City Pondok Indah Mall (PIM 1) untuk langsung duduk dan menjajal singgasana mewah untuk gamer ini. 



Close Ads X