CEO Apple Tuding Qualcomm Sebar Hoaks - Kompas.com

CEO Apple Tuding Qualcomm Sebar Hoaks

Kompas.com - 09/01/2019, 20:33 WIB
Ilustrasi ilustrasi Ilustrasi

KOMPAS.com - Perseteruan antara Qualcomm dan Apple belum mereda, tapi malah makin memanas. Qualcomm memenangkan pengadilan di China dan Jerman untuk meminta Apple menarik produk iPhone lawas mereka yang dianggap melanggar paten Qualcomm.

Meski sempat berujar akan melakukan banding, namun belum ada kabar dari Apple untuk melakukan langkah hukum tersebut. Justru, serangan dilancarkan Apple di luar persidangan.

Dalam sebuah wawancara bersama CNBC, CEO Apple, Tim Cook menuding Qualcomm meyebar berita bohong alias hoaks. Cook mengatakan bahwa Qualcomm melakukan taktik kotor dengan menyewa sebuah perusahaan public relations (PR) bernama Definers Public Affairs, untuk menulis cerita bohong tentang Apple.

Pada November 2018 lalu, The New York Times menulis laporan bahwa mantan pegawai Definers mengungkap kerja sama antara Qualcomm dan Definers untuk membuat cerita bahwa Tim Cook adalah kandidat presiden yang ideal untuk AS pada 2020 mendatang.

Cerita itu lantas disebarluaskan, diduga untuk menggoyahkan hubungan baik Cook dan Presiden Trump yang dibangun Apple dengan susah payah.

Baca juga: Keinginan Bos Qualcomm untuk Damai Dimentahkan oleh Apple

"Mereka menyewa seseorang untuk menulis berita bohong dan menyebarkannya, hal ini harusnya menjadi rahasia bagi perusahaan. Bukan begini cara kerjanya," jelas Cook, dilansir KompasTekno dari CNBC, Rabu (9/1/2019).

Sekadar informasi, Definers menjadi perbincangan akhir-akhir ini karena diberitakan disewa oleh Facebook untuk menyebarkan kampanye hitam terhadap George Soros.

Kembali ke konflik Apple-Qualcomm, celah damai kedua perusahaan raksasa ini seakan sulit ditemukan. Beberapa waktu lalu, CEO Qualcomm, Steve Mollenkopf sempat mengatakan bahwa perdamaian antara keduanya tinggal selangkah lagi. Tapi pernyataan itu segera ditepis Apple.

"Kami tidak pernah melakukan diskusi untuk menyelesaikan masalah dengan mereka sejak kalender kuartal ketiga tahun lalu. Jadi saya ragu darimana pemikiran itu berasal," tangkis Cook.

Cook juga mengatakan bahwa kampanye "no license, no chips" yang digaungkan Qualcomm adalah ilegal.

"Mereka memiliki keharusan untuk menawarkan portofolio paten mereka secara jujur, masuk akal, dan tanpa diskriminasi, tapi mereka tidak melakukannya. Mereka mematok biaya terlampau besar," ujar Cook.

Baca juga: Qualcomm Rogoh Rp 21 Triliun Agar iPhone Dilarang di Jerman

Qualcomm dan Apple telah bersengketa sejak beberapa tahun terakhir karena masalah paten. Menurut versi Apple, Qualcomm melakukan kecurangan dalam praktik lisensi paten. 

Sebaliknya, menurut Qualcomm, Apple telah melanggar patennya sehingga menyeret konflik ini ke jalur hukum, di mana untuk sementara, Qualcomm menang besar. Apple dilarang menjual iPhone model lama yang dianggap menyalahi paten Qualcomm di China dan Jerman.



Close Ads X