Bukalapak Gandeng Warung-warung Sasar Transaksi Offline

Kompas.com - 10/01/2019, 15:59 WIB
CEO Bukalapak, Ahmad Zaky di acara HUT BUkalapak ke-9 di Jakarta, Kamis (10/1/2019). KOMPAS.com/Wahyunanda Kusuma PertiwiCEO Bukalapak, Ahmad Zaky di acara HUT BUkalapak ke-9 di Jakarta, Kamis (10/1/2019).

JAKARTA, KOMPAS.com - E-commerce  Bukalapak memperkenalkan platform baru bernama Mitra Bukalapak untuk merengkuh warung-warung kecil agar tersentuh teknologi.
Platform ini mempermudah distribusi antara warung-warung yang terdaftar sebagai mitra Bukalapak, langsung ke produsen besar.

Terdapat aplikasi Mitra Bukalapak tersendiri yang bisa diunduh oleh para pemilik warung, dari toko aplikasi Google Play Store (Android).

Sejak dikembangkan mulai 2017 lalu, Bukalapak mengklaim ada sekitar 500.000 warung yang sudah bergabung, serta 700.000 pelaku usaha mandiri. Tahun ini, Bukalapak mengalokasikan investasi Rp 1 Triliun untuk mengembangkan platform Mitra Bukalapak, dengan target menambah jumlah warung lebih banyak.

"Kami akan investasi Rp 1 triliun untuk mitra warung," jelas CEO Bukalapak, Achmad Zaky dalam acara ulang tahun Bukalapak ke-9 di Jakarta, Kamis (10/1/2019).

Baca juga: Warung Pintar, Kios Masa Kini yang Pakai Software PoS dan Akuntansi

Zaky mengatakan bahwa alasan Bukalapak menyasar sektor offline adalah karena masih banyak potensi dari transaksi offline itu sendiri.

"Transaksi offline di Indonesia masih 95 persen. Dari sekitar 300 juta orang Indonesia, yang pernah belanja online sekitar 20 juta. Sehingga kita lihat sebagai potensi transaksi yang masih besar," jelas Zaky

Meski menyediakan platform untuk bisnis offline, Zaky mengatakan inti bisnis Bukalapak masih bertumpu pada online, yang disebut Zaky transaksinya telah tumbuh tiga kali lipat.

"Kita ingin membuat ekosistem usaha kecil yang advance agar mereka bisa jadi kelas menengah dan menyokong ekonomi nasional," imbuh Zaky.

Aplikasi ini mulai bisa diunduh para pemilik warung di toko aplikasi Google Play Store. Dengan aplikasi ini, Zaky mengatakan bahwa semua produsen besar baik nasional maupun lokal bisa mendistribusikan barangnya langsung ke warung-warung.

Sehingga warung-warung tersebut bisa mendapatkan harga barang yang lebih terjangkau dan bisa mendapatkan promo langsung dari produsen.

"Selama ini layer (distribusi) terlalu jauh menuju warung, kalau gak salah ada tujuh layer, dengan ini bisa langsung direct," papar Zaky.

Namun, untuk produsen lokal, Zaky mengatakan jika urusan logistiknya memang tidak mudah karena harus mendesain logistik yang lebih lokal.

Dalam kesempatan yang sama, Bukalapak mengklaim telah merangkul empat juta pelapak dan 50 juta pengguna se-Indonesia.

Bukalapak juga mengklaim ada 12 juta kunjungan setiap harinya. Beberapa fitur lain juga dirilis, seperti "Warung Terdekat", Call Order Delivery (COD) yang memungkinkan pemilik warung untuk memesan stok barang dagangannya melalui aplikasi untuk langsung diantar ke warung.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X