Setelah Bertemu CEO Apple, Programer Cilik Yuma Soerianto Ingin Bertemu Jokowi

Kompas.com - 20/01/2019, 09:07 WIB
Yuma Soerianto menunjukan keahlian koding di acara Ngobrol Aja Dulu #1: The Tech Kids yang diadakan Tokopedia dan Komunitas Mata Kita pada Sabtu (9/1/2019) di Jakarta.

KOMPAS.com/Wahyunanda Kusuma PertiwiYuma Soerianto menunjukan keahlian koding di acara Ngobrol Aja Dulu #1: The Tech Kids yang diadakan Tokopedia dan Komunitas Mata Kita pada Sabtu (9/1/2019) di Jakarta.


Beberapa penghargaan juga ia sabet, seperti Victorian Young Achiever Award, Victorian Games and Apps Challenge, dan World Youth Forum Award yang diberikan langsung oleh Presiden Mesir, Abdel Fattah El-Sisi.

Berbicara tentang presiden, Yuma mengungkapkan keinginannya untuk bisa bertemu langsung dengan Presiden Joko Widodo.

"Saya akan mengatakan, 'Halo, Pak. Apa kabar'", kelakarnya.

"Saya ingin menunjukannya beberapa aplikasi yang saya buat lalu akan mendiskusikan tentang AR dengannya," lanjutnya.

Dukungan orangtua

Semua pencapaian Yuma tidak terlepas dari peran orangtua. Yuma mengakui, ayahnya yang bekerja sebagai desainer antarmuka (user interface/UI), memiliki pengaruh besar.
Ia membantu Yuma saat pertama kali belajar koding.

"Saya kan sedikit banyak tahu, meski tak begitu tahu cara membuat aplikasi. Jadi di awal mulai, saya bantu sedikit-sedikit kemudian dia belajar sendiri," jelas Handri Soerianto, ayah Yuma.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Baca juga: Google ke Programer Indonesia, Percuma Keren Jika Tak Dikenal

Bersama sang istri, ia mendukung total bidang yang ditekuni Yuma saat ini.

"Bentuk dukungannya misalnya seperti ini, menemaninya ke acara-acara yang Yuma ikuti," imbuhnya.

Handri juga mengatakan bahwa Yuma sudah pandai mengatur waktu untuk membuat aplikasi, sekolah, belajar, dan bermain. Seperti anak pada umunya, Yuma juga masih senang bermain, menonton film, dan juga berlatih taekwondo.

"Aku enggak buat koding sebagai suatu pekerjaan. Karena pekerjaan utamaku adalah sekolah. Kalau ada waktu luang aku baru (melakukan) koding," aku Yuma yang kini bersekolah di St Michael's Grammar School Australia.

Ibunda Yuma mengatakan, ia tidak pernah memaksa Yuma untuk mengarahkan profesi tertentu untuk putranya. Soal cita-cita, Yuma mengaku ingin terus membuat aplikasi yang bisa mengubah dunia.

"Aku pengen terus bikin aplikasi yg bisa ngubah dunia. Saya juga masih ingin mengajari orang-orang untuk membuat koding."

Menurut Yuma, tidak perlu menjadi orang pintar untuk belajar koding. Sumber ilmu untuk koding disebutnya melimpah ruah di internet.

"Intinya jangan mudah menyerah. Ikuti passion dan jangan takut untuk mencoba," kata Yuma.

Selain mengajarkan koding melalui konferensi, Yuma juga membuat kanal YouTube "Anyone Can Code" yang berisi tutorial koding. Kanal tersebut bisa dilihat di tautan berikut ini.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.