Perusahaan Drone DJI Rugi Rp 2 Triliun Akibat Korupsi Pegawai

Kompas.com - 22/01/2019, 17:13 WIB
Ilustrasi DJI Smart Controller AndroidCentralIlustrasi DJI Smart Controller

KOMPAS.com - Produsen drone DJI memecat sejumlah pegawai yang terbukti korupsi. Kerugian perusahaan diperkirakan mencapai 1 miliar yuan atau setara Rp 2 triliun.

Penemuan ini berdasarkan hasil penyelidikan internal, menyusul adanya kejanggalan pembiayaan suku cadang dalam jumlah besar.

Beberapa pegawai DJI terbukti menggelembungkan anggaran suku cadang untuk masuk kantong pribadi. Tak disebutkan secara spesifik berapa jumlah pegawai yang terlibat, namun dikatakan ada banyak dan praktiknya meluas.

Ini menandai kasus korupsi internal terbesar di antara raksasa teknologi China. DJI masih terus mendalami kasus ini dengan bantuan penegak hukum.

Juru bicara DJI, Hong Yongxing, mengatakan pihaknya bakal memperkuat pengawasan internal pasca insiden ini. Jalur bagi pegawai untuk melaporkan rekan mereka yang melanggar pun bakal dipermudah.

Baca juga: DJI Perkenalkan Osmo Pocket, Kamera Gimbal Seukuran Telapak Tangan

“Kami mengambil langkah-langkah untuk memperketat pengawasan. Kami juga menyediakan channel baru bagi pegawai untuk melaporkan pelanggaran sesamanya secara rahasia dan anonim,” kata Hong Yongxing, sebagaimana dihimpun KompasTekno, Selasa (22/1/2019), dari Bloomberg.

DJI memimpin industri drone global selama tiga kuartal berturut-turut. Portofolio produknya beragam, mulai yang menyasar konsumen umum hingga enterprise. Rentang harganya pun lebar, sehingga masuk ke berbagai segmen.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Sumber Bloomberg

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X