"Smart Home" di Seoul, Bisa Panggil Lift sampai Jemur Pakaian

Kompas.com - 22/01/2019, 20:39 WIB
Berkunjung ke smarthome di Seoul, Korea Selatan.Lulu Cinantya/Kompas.com Berkunjung ke smarthome di Seoul, Korea Selatan.

KOMPAS.com - Di kala konsep hunian pintar (smart home) baru mulai mekar di Jakarta, masyarakat Seoul sudah mengimplementasikannya sejak beberapa tahun belakangan.

KompasTekno mengunjungi salah satu smarthome di bilangan Unjeong, Seoul, Korea Selatan, beberapa saat lalu. Sang empunya adalah Yannie Kim, orang Indonesia yang menetap di Seoul dan tengah meniti karir di dunia hiburan.

Perempuan 40 tahun tersebut sudah dua dekade menetap di Seoul, pasca menikah dengan “oppa” asli sana. Menurut Yannie Kim, mayoritas hunian di Seoul sudah menerapkan konsep smart home.

“70 sampai 80 persen hunian di Seoul sudah smart home. Kalau nggak pakai, ya capek sendiri. Apalagi orang Korea apa-apa nggak sabaran, maunya serba praktis,” ia menuturkan.

Sistem smarthome di apartemen Yannie Kim dipasang oleh sang pengembang, bukan dari inisiatifnya sendiri. Pusat kontrolnya bukan smartphone, melainkan monitor Samsung berukuran 7 inci.

Di dalam monitor itu, pengguna bisa memerintah dan mengontrol berbagai hal untuk mempermudah kehidupan sehari-hari. Kendati begitu, Yannie Kim mengaku tak memanfaatkan semua fitur yang tersedia.

“Aku sih yang umum-umum aja. Sebenarnya kalau mau digunakan semua ada banyak sekali,” ujarnya.

Baca juga: 7 Destinasi Seoul yang Wajib Dikunjungi Para Tech-Savvy

Fitur-fitur andalan Yannie Kim

Salah satu fitur yang paling sering digunakan Yannie Kim adalah panggilan lift. Ia bisa melihat posisi lift secara real time dan memanggil ke lantai apartemennya.

“Jadi nggak usah lagi menunggu. Sambil rapi-rapi, aku panggil lift dan pas keluar langsung masuk lift-nya,” kata dia.

Selain itu, perintah mematikan dan menyalakan listrik pun menjadi fitur andalan Yannie Kim. Ia tak pernah lagi mematikan lampu dan melepas colokan listrik satu per satu sebelum beranjak pergi.

“Aku sebagai ibu rumah tangga pagi-pagi antar anak ke sekolah suka buru-buru, nggak perlu matiin lampu dan colokan listrik satu-satu. Cukup tekan satu tombol di sistem semua listrik udah otomatis mati,” ia menjelaskan.

Bukan cuma itu, pengguna juga bisa mengecek berapa banyak energi yang dipakai di dalam rumah, baik listrik, air, gas, hingga alat penghangat ruangan. Data-data itu otomatis tersimpan sehingga rekam jejaknya bisa dijadikan rujukan jika perlu penghematan.

Fitur-fitur lainnya bisa membuat Yannie Kim tahu jika suaminya “kelayapan”, kondisi debu di luar rumah, menjemur baju, hingga mengecek CCTV di segala sudut apartemen. Selengkapnya, bisa dicek di video KompasTekno berikut ini.


Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:

Close Ads X