Huawei Targetkan Geser Posisi Samsung sebagai Raja Smartphone

Usai Tumbangkan Apple, Huawei Bidik Samsung

Kompas.com - 25/01/2019, 09:16 WIB

KOMPAS.comHuawei sesumbar ingin menyabet gelar Samsung sebagai raja pabrikan smartphone dunia di tahun 2019. Vendor China itu bahkan tak gentar meski akses pasarnya di Amerika Serikat diblokir.

Ditambah larangan dari Australia, Jepang, dan Selandia Baru yang akan melarang perangkat 5G Huawei. Huawei punya alasan sendiri mengapa begitu percaya diri menggeser posisi Samsung yang sekarang masih menjadi vendor smartphone nomor satu dunia.

Tahun 2018 lalu, total penjualan Huawei melesat 50 persen, mencapai 52 miliar dollar AS (sekitar Rp 738 triliun).

Kontribusi penjualan smartphone sendiri mencapai 48 persen dari total penjualan Huawei. Jumlah kontribusi tersebut untuk pertama kalinya lebih banyak dibanding divisi insfrastruktur jaringan.

Baca juga: 2019, Smartphone Huawei Bakal Mantapkan Posisi di Atas Apple

Ponsel dengan jaringan 5G diprediksi akan mendongkrak penjualan Huawei pada 2019. Posisi Huawei kini tepat di bawah Samsung, setelah berhasil menumbangkan Apple yang sebelumnya duduk di posisi kedua.

Huawei pun mengantongi predikat sebagai vendor smartphone terbesar kedua di dunia dan penjual infrastruktur jaringan terbesar saat ini.

Berbanding terbalik dengan Huawei, penjualan Apple justru dilaporkan semakin merosot hingga awal Januari.

Sementara itu, dua vendor asal Korea selatan, Samsung dan LG, dilaporkan membuat para investornya khawatir karena laba operasi mereka memburuk di kuartal keempat 2018.

Dirangkum KompasTekno dari Fortune, Jumat (25/1/2019), Samsung mengatakan bahwa laba operasi mereka pada kuartal-IV mencapai 9,7 miliar dollar AS (Rp 137 triliun), turun 28 persen dibanding tahun lalu dan hampir mencapai 18,2 persen di bawah ekspektasi para analis.

Tekanan pelarangan

Langkah Huawei menuju puncak posisi vendor smartphone terbesar di dunia tak selalu mulus. Beberapa negara melarang perangkat penggunaan perangkat Huawei dengan alasan keamanan nasional.

AS menganggap bahwa perangkat Huawei merupakan ancaman keamanan siber yang dilakukan Pemerintah China. Huawei pun meminta Pemerintah AS untuk membuktikan dugaan itu meski hingga saat ini belum ada bukti kuat akan hal itu.

Baca juga: Dituduh Jadi Mata-mata China, CEO Huawei Angkat Bicara

Salah satu bukti tekanan pelarangan produk Huawei oleh Pemerintahan AS adalah saat beberapa universitas di AS mengganti perangkat Huawei mereka dan produk China lainnya.

Hal ini dilakukan institusi-institusi pendidikan tersebut agar tidak kehilangan pendanaan federal, di bawah hukum kemanan nasional yang baru yang digulirkan Presiden Donald Trump.

Sementara itu, Perdana Menteri Selandia baru, Jacinda Ardern mengatakan bahwa pelarangan tak hanya ditujukan untuk vendor tertentu dan Huawei masih memiliki peluang untuk mengatasi masalah keamanan yang diragukan pemerintah.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Sumber Fortune
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Tahukah bahwa iPhone Dulu Sebelum Dirilis Hampir Dinamai “iPad” atau “Tripod”?

Tahukah bahwa iPhone Dulu Sebelum Dirilis Hampir Dinamai “iPad” atau “Tripod”?

e-Business
Tampang Prototipe Pertama iPhone 15 Tahun Lalu, 'Berantakan' dan Pakai Software iPod

Tampang Prototipe Pertama iPhone 15 Tahun Lalu, "Berantakan" dan Pakai Software iPod

Gadget
YouTuber Minecraft 'Technoblade' Meninggal pada Usia 23 Tahun

YouTuber Minecraft "Technoblade" Meninggal pada Usia 23 Tahun

Software
Video Call WhatsApp Bakal Didukung Fitur Avatar?

Video Call WhatsApp Bakal Didukung Fitur Avatar?

Software
Harga PS5 Terkini di Indonesia Makin Murah, Sudah Menuju Normal?

Harga PS5 Terkini di Indonesia Makin Murah, Sudah Menuju Normal?

Hardware
Trik Menampilkan Rating IMDb dan Rotten Tomatoes Film di Netflix

Trik Menampilkan Rating IMDb dan Rotten Tomatoes Film di Netflix

Software
Link dan Cara Beli Tiket Konser Dream Theater via Tiketapasaja.com serta Harganya

Link dan Cara Beli Tiket Konser Dream Theater via Tiketapasaja.com serta Harganya

e-Business
Poco F4 dan F4 GT Resmi di Indonesia, Beda Chipset Harga Terpaut Rp 3 Jutaan

Poco F4 dan F4 GT Resmi di Indonesia, Beda Chipset Harga Terpaut Rp 3 Jutaan

Gadget
ARM Umumkan Immortalis, Hadirkan Ray Tracing ala PC di Smartphone

ARM Umumkan Immortalis, Hadirkan Ray Tracing ala PC di Smartphone

Hardware
Inilah Gionee G13 Pro, Ponsel yang Mirip iPhone 13

Inilah Gionee G13 Pro, Ponsel yang Mirip iPhone 13

Gadget
OpenSea Umumkan Kebocoran Data, Pengguna Diminta Waspada

OpenSea Umumkan Kebocoran Data, Pengguna Diminta Waspada

e-Business
Xiaomi 12 Ultra Kapan Dirilis, Lei Jun Beri Jawaban yang Mengejutkan

Xiaomi 12 Ultra Kapan Dirilis, Lei Jun Beri Jawaban yang Mengejutkan

Gadget
Minecraft Jadi Mata Kuliah 'Desain Interaktif' di Universitas China

Minecraft Jadi Mata Kuliah "Desain Interaktif" di Universitas China

Software
Buka HP untuk Akses MyPertamina saat di SPBU Diklaim Aman, Angkat Telepon yang Berbahaya

Buka HP untuk Akses MyPertamina saat di SPBU Diklaim Aman, Angkat Telepon yang Berbahaya

Gadget
17 Link Download Twibbon HUT Bhayangkara Polri 2022 dan Cara Pakainya

17 Link Download Twibbon HUT Bhayangkara Polri 2022 dan Cara Pakainya

Internet
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.