Pasar Smartphone Lesu, Penjualan Ponsel "Rp 5 Jutaan" Malah Tumbuh

Kompas.com - 30/01/2019, 07:56 WIB
Ilustrasi e-SIM di iPhone XS, XS Max, dan XR yang dijual Erajaya Group di Indonesia. KOMPAS.com/Gito Yudha PratomoIlustrasi e-SIM di iPhone XS, XS Max, dan XR yang dijual Erajaya Group di Indonesia.
|

KOMPAS.com - Meski pasar smartphone seluruh segmen cenderung lesu (minus dua persen), penjualan smartphone premium justru berbanding terbalik dengan kondisi ini. Pasar smartphone kelas atas itu malah tumbuh sebesar 18 persen dari akhir tahun 2018 lalu.

Angka tersebut diperoleh dari hasil penelitian lembaga riset Counterpoint. Riset yang dilakukan sepanjang 2018 itu memperlihatkan bahwa smartphone premium dengan harga di atas 400 dollar AS (sekitar Rp 5,6 juta) mengalami peningkatan yang paling tinggi.

Pertumbuhan ini dipimpin oleh produk-produk Apple. Perusahaan besutan Steve Jobs ini juga memimpin angka pertumbuhan pada segmen harga di atas 800 dollar AS (di atas Rp 11 juta).

Selama periode penelitian, Apple berhasil meraih total 51 persen dairi pasar smartphone premium dengan kisaran harga di atas 400 dollar AS. Kemudian Samsung membuntuti di belakangnya dengan 22 persen kemudian Huawei dengan 10 persen.

Khusus untuk Huawei, angka pertumbuhan tersebut dipicu oleh kesukesan P20 dan Mate 20 yang berhasil menarik minat para pembeli.

Sementara pasar smartphone dengan harga di atas 800 dollar AS menjadi segmen dengan pertumbuhan yang paling cepat. Apple memimpin segmen harga smartphone ultra-premium ini dengan angka 80 persen.

Dikutip KompasTekno dari GSM Arena, Rabu (30/1/2019), hasil penelitian Counterpoint juga menunjukkan bahwa smartphone dengan kisaran harga mulai dari 400 dollar AS hingga 600 dollar AS menjadi segmen dengan volume penjualan paling besar.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Apple juga masih meraih angka penjualan yang cukup besar namun OnePlus menjadi brand yang memimpin pada segmen ini. Brand asal China ini tercatat mendapat permintaan yang cukup besar di pasar India.

Baca juga: Samsung Menurun, Apple Stagnan, Vendor Smartphone China Menanjak

Hasil penelitian Counterpoint ini memperlihatkan bahwa konsumen ternyata mau merogoh kocek lebih dalam untuk membeli sebuah smartphone di tahun 2018.

Bukan tanpa sebab, melainkan agar ponsel yang dibeli bisa berusia lebih panjang ketimbang membeli smartphone kelas menengah maupun bawah.

Selain itu, kesimpulan dari penelitian Counterpoint ini juga mengatakan bahwa pertumbuhan ini akan terus berlanjut seiring dengan kedatangan teknologi 5G, ponsel layar tekuk serta meningkatnya produksi ponsel premium dengan harga lebih terjangkau.

Baca juga: Daftar Smartphone 2018 dengan Angka Radiasi Tinggi

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Sumber GSM Arena

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.