Kompas.com - 30/01/2019, 18:50 WIB

Menurut Aman, banyak perusahaan yang telah menyusun kebijakan menghalau serangan siber, tetapi belum terlihat penegakan kebijakan tersebut.

3. Serangan siber hanya masalah IT

Ini adalah pandangan umum yang keliru. Sebab risiko yang dihasilkan dari kemanan siber tidaklah kecil.

"Kita telah melihat kasus serangan siber yang terjadi, mengakibatkan kerugian hingga miliaran dollar AS. Itu bukti jika kemanan siber bukan hanya masalah IT tapi masalah bisnis," papar Aman.

4. Minimnya kesadaran pegawai

Kesadaran akan keamanan siber yang rendah dari pegawai memiliki pengaruh yang besar.

"Lebih dari 70 persen kasus serangan siber mudah dilakukan akibat human error. Misalnya meng-klik tautan tidak aman, mencolokkan USB terinfeksi ke perangkat kantor, dan sebagainya," ungkap Aman.

Baca juga: Serangan Cyber Makin Kencang, Indonesia Sudah Siap?

David Chinn, Senior Partner and Global Leader, Cybersecurity Practice, McKinsey & Company menambahkan, selain kesadaran pegawai, yang cukup krusial adalah kemampuan kepemimpinan bisnis terutama dalam menghadapi risiko bisnis akibat serangan siber.

"Sebab keamanan siber itu rumit," ungkapnya.

5. Perangkat USB dan SPAM (phising)

Ini berkaitan dengan poin nomor empat, di mana penggunaan perangkat USB yang terinfeksi virus atau malware bisa menyerang laptop atau komputer kantor.

Penyebaran phising melalui e-mail Spam juga harus diwaspadai oleh para karyawan perusahaan digital. Setidaknya, ada beberapa cara untuk mencegah hal ini.

Misalnya saja mengunci port USB dengan password atau jika perlu, perusahaan melakukan training kepada pegawainya, khusus untuk meminimalisir potensi serangan siber melalui hal-hal sepele.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.