2019, Industri Indonesia Diprediksi Belanja Rp 465 Triliun untuk ICT

Kompas.com - 31/01/2019, 14:39 WIB
Ilustrasi Industri 4.0 SHUTTERSTOCKIlustrasi Industri 4.0
|
Editor Oik Yusuf


JAKARTA, KOMPAS.com -
Firma riset pasar IDC memperkirakan pelaku industri atau perusahaan di Indonesia akan menghabiskan ratusan triliun di tahun 2019 untuk belanja sektor Information Communication Technology ( ICT).

Menurut IDC, hal ini dikarenakan sektor ICT akan menjadi tren kunci dalam beberapa tahun ke depan.

Head of Operation IDC Indonesia, Mevira Munindra mengatakan secara keseluruhan diperkirakan total pengeluaran yang dihabiskan pelaku bisnis di Indonesia untuk investasi dalam bidang ICT akan mencapai 465 triliun rupiah.

Angka ini meningkat dari tahun 2018 yang mencapai 443 triliun rupiah.

"Market akan banyak sekali 'spending' untuk ICT. Dalam dua sampai tiga tahun ke depan, para pemimpin organisasi perlu melihat dan mempertimbangkan proses pengambilan keputusan dalam ekosistem digital," ungkap Mevira.

Baca juga: Pentingnya Undang-undang Perlindungan Data Pribadi dalam Industri 4.0

Head of Operation IDC Indonesia, Mevira Munindra.KOMPAS.com/ GITO YUDHA PRATOMO Head of Operation IDC Indonesia, Mevira Munindra.
Menurut Mevira, secara rinci, pada tahun 2019 ini sektor ICT yang akan banyak dibeli oleh pelaku bisnis adalah hardware. Kemudian ada pula cloud storage dan services.

"Terutama untuk pelaku enterprise, pengeluaran untuk ICT ini akan didominasi oleh hardware. Kemudian disusul oleh cloud storage dan services,” ujar Mevira.

"Services di sini seperti konsultan, human resource, dan lain-lain karena untuk menggunakan teknologi di bidang ICT, para pelaku bisnis ini membutuhkan bantuan pihak lain," lanjutnya.

Selain itu, Mevira juga menambahkan ada beberapa tren teknologi yang diramalkan bakal meramaikan dunia bisnis di Indonesia.

Seperti misalnya edge computing, artificial intelligence (AI), internet of things (IoT), serta lainnya yang dapat memicu pertumbuhan ekonomi digital.

"AI dan IoT bisa menjadi model bisnis yang baru. Perubahan ini tak hanya akan berlangsung selama 5 sampai 10 tahun. Ke depannya, digitalisasi akan masuk dalam hal lain, seperti pengambangan bisnis yang sekarang tengah berkembang," pungkasnya.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X