Ada Batasnya, Beginikah Cara Kerja Tombol "Edit Tweet"?

Kompas.com - 06/02/2019, 13:06 WIB

KOMPAS.com - Twitter serius mempertimbangkan tombol edit kicauan (tweet). Namun, tombol tersebut bakal memiliki tenggang waktu, sampai kapan bisa dipakai. Itulah yang dikatakan CEO Twitter, Jack Dorsey dalam sebuah wawancara dengan kanal podcast Joe Rogan.

Namun jika tombol tersebut bakal terwujud pada waktunya nanti, Dorsey memiliki angan-angan tombol tersebut hanya bisa dipakai dalam batas waktu tertentu.

Yang ada di pikiran Dorsey, tombol edit Twitter nantinya hanya mengizinkan pengguna mengedit tweet dalam waktu 5-30 detik setelah diunggah.

Setelah pengguna berhasil mengedit typo atau mengganti isi, kicauan orisinil yang belum diedit masih tetap bisa dilihat, seperti fitur edit di Facebook.

Dorsey mengatkan, jika waktu yang tersedia untuk mengedit lebih lama dari 30 detik, akan menjadi masalah besar bagi Twitter, sebagaimana KompasTekno rangkum dari Phone Arena, Rabu (6/2/2019).

Baca juga: Pengguna Twitter Kini Bisa Tentukan Urutan Linimasa

Hal itu dikarenakan Twitter membutuhkan waktu secara real-time untuk membuat percakapan mengalir di linimasa. Sehingga, dengan memberikan tenggang waktu 5-30 detik saja, akan ada kicauan yang tertunda muncul di linimasa.

Dorsey memang kurang yakin dengan keberadaan fitur edit di Twitter. Dalam sebuah kesempatan, ia sempat mengatakan tidak ingin tombol edit disalahgunakan untuk menghilangkan jejak pernyataan orisinil yang kontroversial.

Sejak 2016

Fitur edit memang menjadi fitur yang paling banyak diminta pengguna selama ini. Sayangnya, platform mikroblog tersebut masih enggan membubuhkan tombol edit, sekadar untuk mengganti tulisan saltik alias typo atau mengubah kata.

Twitter sendiri telah berencana menghadirkan tombol edit tweet sejak 2016. Tapi hingga detik ini, rencana tersebut belum juga terwujud.

Baca juga: Boyband K-Pop Kalahkan Popularitas Jokowi dan Prabowo di Twitter

"Kami telah mempertimbangkan fitur edit sangat lama namun kami harus melakukannya dengan benar," terang Dorsey.

Dorsey beralasan bahwa Twitter pada mulanya didesain dalam sistem SMS, yang setelah dikirim sudah tidak bisa ditarik lagi.

"Kami membangunnya dalam format SMS, seperti dalam pesan teks. Sekalinya pesan dikirim, Anda tidak bisa menariknya. Jadi ketika mengirim kicauan, ia kan terkirim secara instan ke seluruh dunia. Anda tidak bisa menariknya lagi," jelas Dorsey.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.