7 Tren Baru Serangan Siber di Indonesia Menurut Kaspersky

Kompas.com - 07/02/2019, 17:24 WIB
IlustrasiPIXABAY.com Ilustrasi

JAKARTA, KOMPAS.com - Perusahaan sekuriti Kaspersky Labs memprediksi tren baru serangan siber bakal mengemuka pada tahun 2019. Beberapa serangan siber tersebut bisa terjadi kapan saja tanpa mengenal target serta ruang dan waktu.

Prediksi tren tersebut disampaikan oleh Dony Koesmandarin selaku Territory Channel Manager untuk Indonesia di Kaspersky Labs Asia Pasifik.

Baca juga: 5 Hal yang Bikin Perusahaan Gampang Kena Serangan Cyber

"Dengan maraknya perusahaan teknologi baru dan inovasi digital dalam perekonomian Indonesia, serangan siber pun akan semakin banyak di tahun ini," ujar Dony saat ditemui di acara Kaspersky di bilangan Jakarta, Kamis (7/2/2019).

Menurut dia, bakal ada 7 tren baru untuk serangan cyber di Indonesia pada tahun ini.

1. Serangan APT (Advanced Persistent Threat) bakal berkurang

APT sejatinya adalah bentuk serangan siber skala besar yang mengincar suatu infrastruktur atau target besar guna mengumpulkan informasi sensitif.

Berkurangnya serangan APT sejatinya menghasilkan paradigma atau cara baru bagi para pelaku cyber-crime.

Cara baru ini bisa dimanfaatkan untuk menyerang perangkat atau infrastruktur agar lebih efektif lantaran APT sendiri membutuhkan waktu lama untuk dieksekusi.

2. Serangan dari networking hardware dan IoT

Jenis serangan ini juga diprediksi bakal ramai di tahun 2019. Para pelaku cyber-crime nantinya bakal memanfaatkan celah keamanan pada jaringan dan perangkat IoT sebagai medium untuk melakukan serangan siber.

Salah satunya, mereka bisa memanfaatkan robot (botnets) atau perangkat IoT untuk menghambat sinyal komunikasi atau mengacaukan sebuah infrastruktur melalui jaringan.

Dony Koesmandarin, Territory Channel Manager untuk Indonesia di Kaspersky Labs Asia Pasifik.KOMPAS.com/ BILL CLINTEN Dony Koesmandarin, Territory Channel Manager untuk Indonesia di Kaspersky Labs Asia Pasifik.

3. Kemunculan pemain baru yang lebih agresif

Pertumbuhan pelaku serangan siber pun, sebagai efek dari berkurangnya APT, patut diwaspadai.

Halaman:



Close Ads X