7 Tren Baru Serangan Siber di Indonesia Menurut Kaspersky

Kompas.com - 07/02/2019, 17:24 WIB
Dony Koesmandarin, Territory Channel Manager untuk Indonesia di Kaspersky Labs Asia Pasifik. KOMPAS.com/ BILL CLINTENDony Koesmandarin, Territory Channel Manager untuk Indonesia di Kaspersky Labs Asia Pasifik.
Penulis Bill Clinten
|
Editor Oik Yusuf

Salah satunya, mereka bisa memanfaatkan robot (botnets) atau perangkat IoT untuk menghambat sinyal komunikasi atau mengacaukan sebuah infrastruktur melalui jaringan.

3. Kemunculan pemain baru yang lebih agresif

Pertumbuhan pelaku serangan siber pun, sebagai efek dari berkurangnya APT, patut diwaspadai.

Mereka biasanya mengotak-atik alat eksploitasi untuk melakukan serangan siber agar lebih sulit untuk ditangani.

Kehadiran alat-alat eksploitasi (script-based) yang bersifat customizable pun memudahkan para pemain baru untuk terjun ke dunia ini.

4. Ancaman dari celah keamanan hardware

Serangan siber juga dapat  memanfaatkan celah sekuriti di perangkat keras. Dengan kata lain, para siber bakal bisa memanfaatkan kelemahan sistem yang ditimbulkan dari sisi hardware.

Misalnya, pelaku cyber-crime mengeksploitasi "bug" pada CPU agar bisa melakukan pengumpulan data penggunanya.

5. Serangan dari sosial media

Halaman Selanjutnya
Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.