Setahun, Transaksi Go-Pay Capai Rp 88 Triliun

Kompas.com - 12/02/2019, 10:51 WIB
Beberapa warung makan pinggir jalan di Kebon Sirih, Jakarta, sudah mendukung pembayaran dengan Go-Pay. Fatimah Kartini Bohang/Kompas.comBeberapa warung makan pinggir jalan di Kebon Sirih, Jakarta, sudah mendukung pembayaran dengan Go-Pay.

KOMPAS.com - Pekan pertama Februari lalu, Go-Jek mengumumkan finalisasi putaran pendanaan Seri F yang diperoleh dari beberapa investor, yakni Google, Tencent, dan JD.com.

Tak hanya mengumumkan dana segar yang baru diperoleh, perusahaan ride-hailing ini juga mengklaim sebagai layanan mobile on-demand dan platform pembayaran terbesar di Asia Tenggara.

Dilihat dari total nilai transaksi bruto (GTV) tahunan di semua pasar yang mencapai 9 miliar dollar AS (sekitar Rp 126,7 triliun), sebagian besar memang disumpang oleh layanan pembayaran Go-Pay.

Dari total GTV, transaksi ekosistem Go-Pay menyumbang 6,3 miliar dollar AS atau sekitar Rp 88,7 triliun. Sementara layanan pesan antar makanan, Go-Food meyumbang angka 2 miliar dollar AS atau sekitar Rp 28,1 triliun.

Nilai transaksi yang diperoleh Go-Food menjadikannya layanan pesan-antar makanan terbesar di Asia Tenggara.

Baca juga: Saingi Go-Pay, Ovo Bakal Bisa Dipakai Transaksi di Warung

"Go-Food telah menjadi layanan pesan antar makanan terbesar di regional (Asia Tenggara)," ujar CEO Go-Jek, Nadiem Makarim, dilansir KompasTekno dari keterangan resmi Go-Jek, Selasa (12/2/2019).

"Sementara Go-Pay telah digunakan untuk memproses tiga perempat dari pembayaran mobile di Indonesia," imbuh Nadiem.

Menurut riset dari Financial Times Confidential Research akhir 2018 lalu, Go-Pay menjadi platform pembayaran digital terpopuler di Indonesia. Saat ini, Go-Jek mengaku memiliki hampir 300.000 merchant online maupun offline di Indonesia.

Go-Pay telah bekerja sama dengan 28 lembaga keuangan untuk memberikan akses ke jutaan keluarga Indonesia. Saat ini, Go-Jek telah memperluas jaringan bisnis ride-hailing di Singapura, Vietnam, dan Thailand.

Nadiem mengatakan masih ingin menambah negara-negara baru untuk memperluas jangkauan Go-Jek.

"Kami sangat ingin memperluas visi kami ke lebih banyak negara dan di saat yang bersamaan menempatkan Indonesia pada peta sebagai pusat inovasi teknologi regional," kata Nadiem.

Baca juga: Go-Jek Akuisisi Start-up Fintech Filipina untuk Perkuat Go-Pay

Bersama afiliasinya, Nadiem menyebut bahwa Go-Jek telah beroperasi di lima negara dan 204 kota serta wilayah di seluruh Asia Tenggara. Ia mengatakan telah memiliki 2 juta mitra kemudi dan 400.000 merchant.

Dari putaran pendanaan Seri F, Go-Jek dikabarkan mendapatkan suntikan dana sebesar 920 juta dollar AS (sekitar Rp 13 triliun). Apabila angka ini benar, maka valuasi Go-Jek ditaksir mencapai 9,5 miliar dollar AS (sekitar Rp 132 triliun).

Jika nantinya valuasi bisa menembus angka 10 miliar dollar AS, maka Go-Jek akan menjadi startup "Decacorn" pertama dari Indonesia. Istilah "Decacorn" digunakan untuk perusahaan rintisan digital yang mencapai angka valuasi tersebut.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X