Airbus Berhenti Produksi Pesawat A380 Pada 2021

Kompas.com - 14/02/2019, 13:37 WIB
Airbus A380 di Farnborough Airshow 2016Airbus Airbus A380 di Farnborough Airshow 2016

KOMPAS.com - Pabrikan pesawat Perancis, Airbus mengonfirmasi bahwa pengiriman pesawat Superjumbonya, A380 bakal berakhir pada 2021 mendatang. Hal ini menyusul perubahan kesepakatan antara Airbus dan kustomer A380 terbesarnya, Emirates.

Menurut situs resmi Airbus, setelah melakukan review pesanan, Emirates bakal mengurangi pesanan pesawat A380 sebanyak 39 pesawat. Pesanan pesawat A380 yang semula 162 unit kini berkurang menjadi 123 unit saja.

Pesanan itu akan diselesaikan dalam jangka dua tahun mendatang. Dengan demikian, Airbus akan mengirim produksi A380 terakhirnya pada 2021 nanti. Proyek A380 sendiri menurut Airbus juga bakal dihentikan, karena tidak ada sisa pesanan yang harus dikerjakan.

"Dengan keputusan ini, maka tidak ada lagi backlog A380 dan tidak ada alasan untuk mempertahankan produksi, meski kami telah berupaya menjualnya dengan maskapai-maskapai lain beberapa tahun belakangan," kata CEO Airbus, Tom Enders.

Baca juga: Berpalingnya Singapore Airlines dari A380 dan Dampaknya bagi Airbus

"Dengan demikian pengiriman terakhir A380 adalah pada 2021," imbuhnya, dikutip KompasTekno, Kamis (14/2/2019).

Airbus akan berbicara dengan sejumlah rekanan-rekanannya dalam beberapa minggu ke depan, terkait potensi hilangnya 3.000-3.5000 karyawan dalam tiga tahun ke depan.

Secara bersamaan, Emirates juga menandatangani pemesanan pesawat generasi baru, yakni A330-900 (A330neo) dan A350-900. Sebanyak 40 unit A330-900 dan 30 unit A350-900 dipesan Emirates dalam kesepakatan barunya ini.

Terkatung-katung

Sebelumnya, proyek pesawat Airbus A380 sempat terkatung-katung nasibnya pada 2017 lalu. Karena pesanan backlog Airbus sudah menipis. Namun maskapai Emirates akhirnya memberi nafas panjang pada proyek pesawat double decker ini.

Emirates membukukan pesanan 162 pesawat A380 pada 2018 lalu. Namun kesepakatan itu bukan tanpa kendala.

Emirates diketahui belum mencapai kesepakatan dengan pemasok mesin Airbus A380, yakni Rolls Royce. Maskapai Timur Tengah itu pun memikirkan untuk mengubah pesanannya ke model pesawat yang lebih kecil, yakni A350 XWB atau A330neo.

Namun dalam kesepakatan baru yang ditandatangani hari ini, Emirates setuju hanya mengurangi jumlah pesanan A380, dan menambah pesanan A330neo dan A350 XWB.

Sejumlah maskapai operator A380 lain seperti Singapore Airlines dan Malaysia Airlines juga mulai kepayahan mengoperasikan A380.

Singapore Airlines sebagai launch customer A380, sudah memensiunkan sebagian dari armada A380, dan menunggu pembeli baru. Sisanya masih dipakai untuk beberapa rute gemuk.

Sementara Malaysia Airlines membuat langkah berbeda dengan menjadikan A380 sebagai pesawat khusus jamaah haji dan umrah, dengan membuat maskapai baru bernama Amal pada Februari 2019 ini.

Punya opini tentang artikel yang baru Kamu baca? Tulis pendapat Kamu di Bagian Komentar!


Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Close Ads X