Asal Usul Kata Unicorn di Industri "Startup", Mengapa Bisa Dipakai?

Kompas.com - 18/02/2019, 19:19 WIB
Aileen Lee, pemodal ventura yang menemukan istilah Unicorn di industri startup digital. Recode.netAileen Lee, pemodal ventura yang menemukan istilah Unicorn di industri startup digital.

Sejak saat itu, "unicorn" menjadi kosa kata baru di bidang investor publik dan swasta, pengusaha, dan siapapun mereka yang bekerja di industri teknologi.

Mengapa harus unicorn, mitos seekor kuda bertanduk satu, yang sebagian besar orang tidak percaya mereka ada, sedangkan valuasi perusahaan itu riil terhitung angka dan nyata?

Lee menganggap istilah unicorn mampu menggambarkan obsesi magis para startup yang berburu valuasi hingga miliaran dollar AS. Ditambah kala itu, masih sedikit perusahaan rintisan yang memiliki valuasi 1 miliar dollar AS.

"Mengapa para investor sangat peduli dengan miliaran dollar "exit" (pencairan atas kekayaan)?", tulisnya dalam artikel.

Padahal menurut Lee, secara historis, para pemodal ventura kelas atas berupaya meningkatkan hasil investasi mereka, hanya dari kepemilikan beberapa perusahaan yang telah mereka sokongi dana.

Modal ventura tradisional juga kian meningkat, mensyaratkan pencairan (exit) lebih besar, agar imbal hasil investasinya setinggi modal yang diberikan.

Baca juga: Menkominfo Jagokan Startup Fintech sebagai Unicorn Berikutnya

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Misalnya, untuk mengembalikan modal awal 400 juta dollar AS dana ventura, mungkin akan butuh kepemilikan masing-masing 20 persen saham dari dua perusahaan yang berbeda dengan valuasi 1 miliar dollar AS, atau 20 persen dari perusahaan yang memiliki valuasi 2 miliar dollar AS ketika perusahaan tersebut diakusisi atau menjadi publik," terang Lee.

Dari sinilah, Lee bertanya-tanya, seberapa mungkin sebuah startup digital mencapai valuasi 1 miliar dollar AS agar menarik bagi investor.

Kemungkinan yang saat itu masih jarang diperoleh startup, dijadikan alasan Lee untuk menyebutnya "unicorn". Ia pun tak menampik bahwa istilah itu cukup aneh dan kurang pas.

KOMPAS.com/Akbar Bhayu Tamtomo Infografik: Cek Fakta Unicorn Indonesia
"Ya, kami tahu istilah "unicorn" tidaklah tepat, unicorn mungkin tidak nyata dan perusahaan-perusahaan itu nyata, tapi kami menyukai istilah itu karena bagi kami, hal itu berarti sesuatu yang sangat jarang dan bersifat magis," paparnya, dikutip KompasTekno dari Tech World, Senin (18/2/2019).

Halaman Selanjutnya
Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.