Smartfren Akui Ada Peluang Merger

Kompas.com - 20/02/2019, 16:08 WIB
Presiden Direktur Smartfren, Merza Fachys. KOMPAS.com/Wahyunanda Kusuma PertiwiPresiden Direktur Smartfren, Merza Fachys.
JAKARTA, KOMPAS.com - PT Smartfren Telecom Tbk (FREN) santer digosipkan bakal merger dengan PT XL Axiata Tbk (EXCL). Hal ini menyusul imbauan pemerintah agar operator telekomunikasi melakukan konsolidasi demi efisiensi industri.
 
Ditemui di Bursa Efek Indonesia, Rabu (20/2019), Presiden Direktur Smartfren, Merza Fachys, tak membantah atau mengiyakan kabar tersebut. Ia mengatakan tak menutup kemungkinan adanya penggabungan perusahaan, tetapi belum tahu dengan operator mana.
 
"Yang sebenarnya terjadi adalah diskusi-diskusi ini masih terus berlangsung dan sangat intens," kata Merza.
 
Menurut dia, ada banyak aspek yang perlu dipertimbangkan untuk merger. Di antaranya adalah nilai saham, teknologi, pasar modal, global investor, spektrum, dan sebagainya.
 
 
Berbicara soal spektrum, Merza mengatakan Smartfren masih menunggu aturan baru yang kabarnya sedang disiapkan pemerintah. Aturan tersebut membahas seputar fleksibilitas spektrum.
 
"Kalau mengikuti berita-berita, Pak Rudiantara mengatakan akan menerbitan satu peraturan baru untuk merger dan akuisisi, di mana penggunaan spektrum akan fleksibel," ia memaparkan.
 
Merza mengatakan aturan itu menjadi aspek yang harus dipertimbangkan pula sebelum melakukan merger. Ia tak ingin buru-buru mengambil keputusan. Karenanya, tak ada target waktu konsolidasi yang ditetapkan.
 
Diketahui, pemerintah melalui Menteri Komunikasi dan Informatika (Kominfo) sudah dari dulu menganjurkan perusahaan telekomunikasi di luar PT Telekomunikasi Indonesia (Persero) Tbk untuk berkonsolidasi. Namun, hingga kini tak ada satupun yang sudah mencapai mufakat.
 

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X