Kompas.com - 23/02/2019, 10:38 WIB
Logo YouTube. Reska K. Nistanto/Kompas.comLogo YouTube.

KOMPAS.com - YouTube bertindak tegas pada 400 channel yang terindikasi melakukan tindakan ilegal berupa eksploitasi anak. Tak hanya menghapus channel itu dari platform, YouTube pun mengaku sudah melaporkan akun-akun tersebut kepada penegak hukum.

Hal tersebut disampaikan perwakilan YouTube, menyusul sebuah temuan dari seorang pengguna bernama Matt Watson. Dalam temuannya, Watson melihat adanya indikasi pelanggaran berat berupa tindakan asusila verbal kepada anak-anak. 

Watson mempublikasi temuan tersebut melalui sebuah video yang menunjukkan betapa mudahnya pengguna YouTube menemukan video anak-anak yang dipenuhi komentar asusila para pedofilia. Menurut Watson, ada indikasi bahwa para pengidap pedofilia ini memiliki jaringan terselubung yang tidak diketahui oleh publik.

Dampak dari video yang dipublikasi Watson ini ternyata berbuntut panjang. Tak lama setelah video tersebut viral dan menjadi perbincangan, beberapa perusahaan besar yang berhubungan dengan anak-anak seperti Nestle, Disney, hingga Epic Games mencabut iklan mereka dari YouTube.

Baca juga: Algoritma YouTube Anggap Pokemon Go sebagai Pornografi

Dikutip KompasTekno dari The Verge, Jumat (22/2/2019), YouTube mengatakan pihaknya  telah mengambil tindakan tegas dengan menghapus dan menonaktifkan komentar pada akun-akun yang melanggar. YouTube pun berjanji untuk terus memerangi tindakan asusila dan eksploitasi anak. 

"Konten apapun, termasuk komentar, yang membahayakan anak di bawah umur sangatlah menjijikkan. Kami memiliki kebijakan yang jelas dan melarang ini di YouTube," tulis mereka.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Masih banyak yang harus dilakukan dan kami terus menumbuhkan tim kami untuk menjaga orang-orang agar tetap aman," lanjut YouTube.

Masalah eksploitasi anak memang kerap mendapat sorotan sejak beberapa tahun belakangan. YouTube juga telah menyatakan diri ikut memerangi dan ingin menekan angka eksploitasi anak yang seringkali terjadi. 

YouTube juga telah memberlakukan peraturan yang ketat untuk meminimalisir tindak asusila dari para pengidap pedofilia.

Baca juga: YouTube Perbarui Aturan Main, Ada 3 Tingkat Pelanggaran

 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Sumber The Verge

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.