Kompas.com - 28/02/2019, 10:56 WIB
Salah seorang pendiri Apple, Steve Wozniak MARCEL ANTONISSE/AFPSalah seorang pendiri Apple, Steve Wozniak

KOMPAS.com - Dalam sepekan, Samsung dan Huawei telah meluncurkan ponsel lipat pertama mereka. Kemudian disusul Oppo juga ikut meluncurkan ponsel lipatnya masing-masing di acara Mobile World Congress (MWC) 2019 di Barcelona, Spanyol.

Vendor lain yang diperkirakan akan menyusul dalam waktu dekat adalah Xiaomi. Semakin banyaknya vendor Android yang merilis ponsel lipat ternyata membuat pendiri Apple, Steve Wozniak ketar-ketir.

Ia khawatir jika Apple ketinggalan tren ponsel lipat. Dalam sebuah wawancara, Wozniak mengklaim bahwa Apple telah bertahun-tahun menjadi pemimpin dalam inovasi.

Sebut saja beberapa fitur seperti Touch ID, Facial ID, dan fitur pembayaran di iPhone. Inovasi baru juga sempat ditelurkan di iPhone X, yakni desain full screen dengan layar berponi (notch) yang kemudian menjadi role model bagi vendor lain.

Berkat iPhone X yang dirilis tahun 2018, Apple sempat menduduki posisi pertama sebagai perusahaan paling inovatif di dunia tahun 2018 versi majalah bisnis Fast Company. Namun peringkat Apple terjun bebas ke nomor 17 karena minimnya inovasi di trio iPhone 2018.

Baca juga: Apple Dihukum Cuma Jadi Perusahaan Terinovatif ke-17

Wozniak sendiri menyadari bahwa perusahaan yang ia dirikan bersama mendiang Steve Job itu mulai tertinggal di beberapa segmen tertentu.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Mereka (Apple) bukanlah pemimpin di beberapa area seperti ponsel lipat, dan itu membuat saya khawatir karena saya sangat menginginkan ponsel lipat," ujar Wozniak, dihimpun KompasTekno dari Bloomberg, Kamis (28/2/2019).

Sebenarnya, Apple juga sempat dirumorkan akan membuat ponsel lipat. Beberapa rumor konsep juga telah beredar. Konon, Apple telah mengembangkan konsep ponsel lipat sejak tahun 2013.

Konsep tersebut dikabarkan sudah didaftarkan ke lembaga paten dan merek dagang AS (USPTO). Rumor mengatakan, Apple akan merilis ponsel lipatnya tahun 2020 mendatang atau setelahnya.

Baca juga: iPhone Lipat Bisa Ditekuk ke Dalam dan ke Luar?

Bisa jadi, Apple tidak buru-buru mengikuti tren ponsel lipat karena masih ingin melihat seberapa berguna perangkat tersebut bagi konsumen. Mungkin juga Apple ingin menyiapkannya lebih matang dan menghindari keriuhan Galaxy Fold yang dirilis Samsung dan Huawei X milik Huawei.

Kendati demikian, Wozniak masih optimis dengan bisnis Apple, di mana saat ini perusahaan yang berbasis di Cupertino, AS itu sedang merambah proyek lain. Salah satunya adalah proyek Apple TV "Roku".

"Mereka sukses dengan iPhone dan itu adalah bisnis utama sejak lama. Sekarang mereka bercabang, sehingga banyak bisnis mereka akan sangat baik," ungkap Wozniak.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.