Vivo Ingin Jadi Merek Ponsel Nomor 1 di Indonesia Pada 2022

Kompas.com - 06/03/2019, 13:45 WIB
Ilustrasi CEO Vivo Mobile Indonesia, Allan Feng, saat memperkenalkan Vivo V15 di acara peluncuran di Purwakarta, Selasa (5/3/2019). KOMPAS.com/Bill ClintenIlustrasi CEO Vivo Mobile Indonesia, Allan Feng, saat memperkenalkan Vivo V15 di acara peluncuran di Purwakarta, Selasa (5/3/2019).

PURWAKARTA, KOMPAS.com - Pabrikan asal China, Vivo menargetkan untuk menjadi merek ponsel nomor satu di Indonesia dalam tiga tahun ke depan, atau 2022.

"Dalam tiga tahun ke depan, Vivo akan menjadi brand nomor satu di Indonesia," ujar Allan Feng, CEO Vivo Mobile Indonesia ditemui KompasTekno di rangkaian acara peluncuran Vivo V15 di Purwakarta, Selasa (5/3/2019).

Untuk mencapai target tersebut, Vivo melakukan sejumlah upaya, seperti menambah kapasitas produksi ponsel, membuka toko offline, dan menambah 1.000 lapangan pekerjaan.

Untuk produksi, Vivo menargetkan produksi ponselnya mencapai 800.000 unit setiap bulan. Hal itu dilakukan Vivo lantaran pihaknya ingin memenuhi kebutuhan konsumen terkait smartphone di Indonesia.

"Tahun lalu, Vivo target produksi ponsel Vivo di Indonesia sebesar 200.000 unit (per bulan), untuk tahun ini, demi memenuhi kebutuhan konsumen, Vivo bakal produksi 800.000 unit smartphone setiap bulannya," kata Allan.

Allan juga mengatakan bahwa Vivo bakal menambah sekitar 1.000 lapangan pekerjaan untuk mendukung tenaga kerja di Indonesia.

Sebanyak 300 toko offline Vivo yang disebut Vivo Store di beberapa kota di Indonesia juga bakal diupgrade menjadi Vivo Experience Store 3.0.

Baca juga: Ini Spesifikasi dan Harga Vivo V15 di Indonesia

Dengan pembaruan toko tersebut, maka peminat ponsel Vivo tak hanya bisa membeli produk Vivo saja, namun juga mencobanya langsung di toko-toko resmi sebelum membeli.

"Kami akan memperbarui Vivo Store ke versi 3.0 Experience Store untuk memberikan pengalaman berbelanja yang nyaman bagi peminat ponsel Vivo," sebut Allan.

Hal serupa juga disampaikan oleh Edy Kusuma selaku General Manager for Brand and Activation Vivo Mobile Indonesia.

"Jadi intinya (dari tahun ke tahun), kami terus berkembang, tahun ini, untuk memenuhi kebutuhan konsumen, kami akan produksi 800.000 ponsel Vivo setiap bulannya," ujar Edy.

Peningkatan produksi tersebut bisa tercapai lantaran pabrik Vivo yang berada di Cikupa, Tangerang, lahannya sudah diperluas, sehingga serta-merta meningkatkan kapasitas pabrik untuk memproduksi ponsel yang lebih banyak dari biasanya.

Pabrik Vivo di Indonesia sendiri memang memproduksi seri-seri Vivo yang sudah resmi meluncur di Indonesia, seperti V11, V11 Pro, hingga V15 yang terbaru atau dari seri Y seperti Y91 dan Y95.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X