Dapat Investasi Rp 63 Triliun, Grab Klaim Jadi "Decacorn" Pertama di Asia Tenggara

Kompas.com - 06/03/2019, 14:16 WIB
Neneng Goenadi, Managing Director of Grab Indonesia, CEO Grab, Anthony Tan, Ridzky Kramadibrata, President Director Grab Indonesia.
KOMPAS.com/Wahyunanda Kusuma PertiwiNeneng Goenadi, Managing Director of Grab Indonesia, CEO Grab, Anthony Tan, Ridzky Kramadibrata, President Director Grab Indonesia.

JAKARTA, KOMPAS.com - Startup ride hailing Grab mengumukan perolehan total investasi sebesar 4,5 miliar dollar AS (Rp 63,6 triliun) dalam putaran pendanaan seri H.

Investor terbesar Grab pada putaran pendanaan ini berasal dari Softbank Vision Fund yang mengucurkan dana sebesar 1,46 dollar AS atau setara Rp 20,6 trilun.

"Kami memiliki pendanaan segar 1, 46 miliar dollar AS dari Softbank. Ini adalah pendanaan tertutup terbesar dari investasi kami," ujar Anthony Tan, Co-Founder dan CEO Grab di konferensi pers di Jakarta, Rabu (6/3/2019).

Investor lain yang turut memberikan pendanaan pada putaran pendanaan seri H adalah Toyota Motor Corporation, Oppenheimer Funds, Hyundai Motor Group, Booking Holdings, Microsoft Corporation, Ping An Capital, dan Yamaha Motor.

Pendanaan ini menguatkan posisi Grab sebagai decacron, pertama di Asia Tenggara. Istilah decacorn dipakai untuk startup yang memiliki nilai valuasi di atas 10 miliar dollar AS pertama.

Namun President Director Grab Indonesia, Ridzky Kramadibrata enggan menyebut berapa tepatnya nilai valuasi Grab saat ini.

Baca juga: Batalkan Pesanan Grab di Singapura, Siap-siap Kena Denda

"Soal valuasi kita tidak membicarakan, yang pasti kita decacorn pertama di Asia Tenggara," ujar Ridzky.

Layanan terus bertumbuh

Grab sendiri memiliki beberapa layanan yang diklaim terus tumbuh, seperti GrabFood dan GrabExpress.

Saat ini, GrabFoods diklaim telah beroperasi di 178 kota di Indonesia, di mana tahun sebelumnya hanya 13 kota saja.

Layanan ojek GrabBike hadir di aplikasi GrabTaxi.GrabBike Layanan ojek GrabBike hadir di aplikasi GrabTaxi.
Selain sebaran kota yang menanjak, volume pengiriman juga melonjak hingga 10 kali lipat hingga akhir tahun 2018. Ridzky mengatakan akuisisi Uber awal 2018 lalu menjadi batu loncatan bagi Grab untuk berkembang lebih pesat di Asia Tenggara.

Pendapatan Grab diklaim tumbuh dua kali lipat dari Maret hingga Desember 2018. Grab mengklaim pendapatan GrabFood tumbuh 45 kali lipat di periode yang sama.

Pertumbuhan juga terjadi di layanan Grab Financial Group yang nilai transaksinya disebut mencapai lima kali lipat dalam periode yang sama.

Pun halnya dengan GrabExpress, di mana volume pengiriman instant daily dan same-day delivery miliknya diklaim naik tiga kali lipat di tingkat regional.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X