Grab Berambisi Jadi "Super Apps" Terbesar di Asia Tenggara

Kompas.com - 06/03/2019, 15:21 WIB
Ridzki Kramadibrata, President of Grab Indonesia.KOMPAS.com/Wahyunanda Kusuma Pertiwi Ridzki Kramadibrata, President of Grab Indonesia.

JAKARTA, KOMPAS.com - Grab baru saja mengumumkan hasil putaran pendanaan seri H. Dari putaran pendanaan itu, Grab mengaku mendapat kucuran dana segar hingga Rp 63 Triliun.

Grab berencana menggunakan kucuran dana itu untuk mengembangkan misinya menjadi super apps nomor wahid di Asia Tenggara.

"Kami menjadi pemimpin super apps di Indonesia dan membuka platform untuk mitra dan startup lain," jelas President Director Grab, Ridzki Kramadibrata, di sebuah acara konferensi pers di Jakarta, Rabu (6/3/2019).

Super apps merupakan istilah di mana dalam satu aplikasi terdapat berbagai layanan yang bisa dimanfaatkan pelanggannya.

Sebagai contoh, baru-baru ini Grab telah menambahkan beberapa layanan yang tersedia di aplikasinya, seperti layanan video on-demand HOOQ, layanan kesehatan digital, asuransi, dan layanan reservasi hotel.

Ridzki menambahkan Grab membuka peluang bagi startup lain untuk membentuk ekosistem yang belum ada.

Baca juga: Pengguna Grab Bisa Gratis Nonton Hooq Selama 3 Bulan

"Sebagai super apps, Grab tidak berdiri sendiri, kita membuka platform bagi partner sehingga pertumbuhan startup itu menjadi penting," ujarnya.

Grab Venture Velocity

Salah satu cara Grab untuk menghimpun lebih banyak mitra startup adalah dengan program Grab Venture Velocity yang bekerja sama dengan Kementrian Komunikasi dan Informatika serta Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf).

Dalam program ini, Grab memilih tiga startup lokal yang akan mendapatkan mentoring dan investasi untuk meningkatkan layanan. Ketiga startup tersebut adalah Book My Show, Sejasa, dan Minutes Apps.

"Kuncinya adalah, kita tidak bisa menjadi yang terbaik di segala layanan. Kami bisa membantu startup ini tumbuh lalu mereka menjadi bagian dari kami untuk memberikan layanan ke pelanggan," jelas Anthony Tan, CEO dan Co-Founder Grab.

Menurut Ridzki, para mitra startup lebih memahami bagaimana melayani area pelayanan mereka, yang pada akhirnya akan menguntungkan Grab setelah terintegrasi dengan aplikasi mereka.

Baca juga: Grab Ventures Siapkan Dana Rp 3 Triliun untuk Startup Indonesia

"Memberikan layanan terbaik bagi pengguna dan meningkatkan nilai bagi startup tersebut serta bagi Grab," ujarnya.

Indonesia jadi prioritas

Grab berencana menginvestasikan sebagian besar dana investasinya di Indonesia karena diklaim menjadi pasar yang cukup penting. Pihaknya menyebut pangsa pasarnya di Indonesia untuk roda dua mencapai 60 persen, sementara untuk roda empat mencapai 70 persen.

Bisnis Grab di Indonesia diklaim berkembang pesat dengan pendapatan dua kali lipat pada 2018. Pihaknya berencana untuk meningkatkan penetrasi GrabFood dan GrabExpress. Ridzky mengatakan saat ini ada ratusan merchant yang bekerja sama dengan GrabFood.

"Kami menargetkan dua kali lipat wirausaha mikro. Kami berharap mereka bisa mengambil manfaat dari ini," ujar Ridzki.

Untuk pendanaan, Ridzki mengatakan bahwa putaran pendanaan seri H masih belum ditutup. Ia sesumbar masih banyak investor yang berminat mengucurkan dana kepada Grab.

Punya opini tentang artikel yang baru Kamu baca? Tulis pendapat Kamu di Bagian Komentar!


Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Close Ads X