HTC Akan Jadi Merek Ponsel India?

Kompas.com - 07/03/2019, 10:55 WIB
HTC resmi merilis flagship teranyarnya, HTC U12+. Ponsel ini memiliki empat kamera yakni dua di depan dan dua di belakang serta dengan varian bodi transparan. AndroidPitHTC resmi merilis flagship teranyarnya, HTC U12+. Ponsel ini memiliki empat kamera yakni dua di depan dan dua di belakang serta dengan varian bodi transparan.
|
Editor Oik Yusuf

KOMPAS.com - Lama tidak terdengar gaungnya, perusahaan telekomunikasi asal Taiwan, HTC agaknya sedang memutar otak untuk mendulang uang. HTC dikabarkan akan menjual lisensi merek ponsel pintarnya kepada perusahaan lain.

Menurut laporan Economic Times, HTC saat ini tengah bernegosiasi dengan beberapa perusahaan asal India yakni Micromax, Lava dan Karbonn untuk mendapat kesepakatan.

Jika kesepakatan tercapai, maka perusahaan India yang dipilih oleh HTC akan mendapatkan izin atau lisensi untuk memproduksi smartphone dengan merek "HTC". Dari sinilah HTC akan mendapat royalti atas setiap produk yang dijual.

Baca juga: HTC Konsentrasi di Pasar Ponsel Menengah ke Atas

Selain merek ponsel, HTC juga akan melisensikan merek tablet dan aksesorinya. Model bisnis ini dipercaya akan menjadi sebuah simbiosis mutalisme bagi HTC dan perusahaan pemegang lisensi.

HTC akan mendapat keuntungan dengan menjual lisensi mereknya, sementara perusahaan yang memiliki lisensi akan terbantu oleh brand HTC untuk bersaing di pasar India.

Sayangnya, sejauh ini belum ada kejelasan tentang rincian perjanjian antara HTC dengan perusahaan yang akan membeli merek ini. HTC pun masih belum memberi komentar lebih lanjut terkait rencana tersebut.

Model bisnis dengan menjual lisensi merek seperti ini sudah lebih dulu dilakukan oleh Nokia. Perusahaan asal Finlandia ini menjual merek ponsel "Nokia" kepada HMD Global Nokia sendiri mendapat keuntungan dari royalti setiap produk yang terjual.

Baca juga: Bos Smartphone HTC Mundur

Bukan hanya Nokia, sebagaimana dirangkum KompasTekno dari Phone Dog, Kamis (7/3/2019), Blackberry pun melakukan strategi bisnis serupa. Blackberry menjual lisensi merek miliknya kepada TCL agar perusahaan bisa tetap bertahan hidup.

Sementara HTC, brand ini juga memiliki nama besar yang tak kalah dengan Nokia maupun Blackberry. HTC dulunya adalah salah satu brand besar dengan ponsel yang populer.

Namun, belakangan pamornya kalah dari para pemain lain di industri ponsel. Perusahaan yang berbasis di Taiwan ini pun terus menerus didera kesulitan finansial.

Terakhir, pada 2018 lalu, HTC dilaporkan mengalami kerugian besar karena pendapatannya anjlok 62 persen dari tahun 2017.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Sumber Phonedog
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X