Tak Mau Perang Harga, Tri Fokus ke Kualitas Layanan

Kompas.com - 08/03/2019, 14:37 WIB
Ilustrasi kartu perdana Tri IstIlustrasi kartu perdana Tri

JAKARTA, KOMPAS.com - Operator seluler Tri (3) mengungkapkan bahwa fokus mereka saat ini adalah ke kualitas layanan di jaringannya, bukan bersaing dengan menawarkan harga yang murah.

Hal itu diungkapkan oleh Chief Commercial Officer Hutchison Tri Indonesia, Dolly Susanto dalam acara jumpa media di Jakarta, Jumat (8/3/2019).

"Kita pastikan ke produk dan service-nya, kalau pelanggan ditawari bonus-bonus tapi ada macam-macam syaratnya, jadinya ribet," kata Dolly.

Tri memiliki pendekatan yang berbeda, yakni dengan menawarkan produk layanan data yang unlimited, artinya tidak ada batasan kuota atau syarat penggunaan waktu kuota, seperti kuota data khusus malam atau sejenisnya.

Baca juga: Tri Tertarik Ambil Blok Eks Jasnita di Frekuensi 2,3 GHz

"Fokus ke kustomer, ke problemnya apa, kami memberikan solusi," kata Dolly.

Untuk itu, pada 2019 ini, Tri akan menggarap customer experience management yang fokus ke layanan pengguna.

Jika pengguna adalah gamer, maka dipastikan koneksinya, jika pelanggan membutuhkan streaming, maka kualitasnya akan dijaga supaya tidak ada buffering.

Hutchison Tri Indonesia juga mengklaim sejak kuartal IV-2018 lalu, pihaknya juga sudah mulai menambah jumlah BTS 4G miliknya.

Pada tahun 2019 ini, Tri menargetkan setidaknya bakal ada 8.000 BTS 4G dan 4,5G baru yang akan ditambah untuk meningkatkan jangkauan layanan mereka.

Dengan penambahan BTS tersebut, Tri menargetkan tambahan 30 juta pelanggan. Jumlah pelanggan Tri di Indonesia sendiri hingga awal 2019 diklaim sebanyak 37 juta. Jumlah itu turun dari sebelumnya yang mencapai 60-an juta, efek dari kebijakan registrasi kartu SIM prabayar.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X