Bos Samsung dan Huawei Saling Ejek Ponsel Lipat

Kompas.com - 10/03/2019, 08:31 WIB
Ponsel lipat Hauwei X (kiri) dan Galaxy Fold (kanan)Andrew Hoyle/Cnet; Reza Wahyudi/Kompas.com Ponsel lipat Hauwei X (kiri) dan Galaxy Fold (kanan)

KOMPAS.com - Samsung dan Huawei merupakan dua vendor besar pertama yang memperkenalkan ponsel lipat masing-masing.

Samsung mengambil waktu lebih awal untuk meluncurkan ponsel lipat pertamanya, Galaxy Fold pada 20 Februari 2019 berbarengan dengan peluncuran Galaxy S10.

Keriuhan Galaxy X hanya berumur singkat. Empat hari kemudian, Huawei mengumumkan Huawei Mate X yang menjadi nama ponsel lipatnya.

Perhatian media sempat tersita oleh desain ponsel Huawei Mate X yang lebih ramping dibanding Galaxy Fold.

Namun "perang" kedua vendor tidak hanya sampai disitu. CEO Huawei, Richard Yu sempat mengatakan bahwa awalnya Huawei juga merancang ponsel lipat mirip Samsung, yakni dengan layar depan dan layar dalam berukuran tablet.

Namun ia mementahkan ide tersebut karena dianggap tidak terlalu menarik.

"Saya rasa memiliki dua layar, satu layar di depan dan belakang, membuat ponsel sangat berat," ujar Yu menyindir Galaxy Fold, seperti dikutip Business Insider.

"Kami memiliki beberapa solusi (desain), tapi kami membatalkannya, Kami memiliki tiga proyek secara bersamaan. Kami memiliki sesuatu yang lebih baik dari itu (Galaxy Fold), saya membatalkannya, itu sangat buruk," umbar Yu.

Balasan Samsung

Baru-baru ini, giliran Samsung yang menjawab sindiran Huawei tersebut. Adalah Eui-suk Chung, wakil kepala riset dan pengembangan Samsung yang menjawab sindiran Yu.

Ia mengatakan bahwa layar yang dilipat ke luar seperti Huawei Mate X rentan rusak karena tidak terlindungi saat terlipat. Jika diamati, pendapatan tak sepenuhnya salah.

Baca juga: Menjajal Ponsel Layar Tekuk Huawei Mate X

Desain plastik yang menutup layar OLED Hauwei Mate X memang jauh lebih rentan terhadap goresan karena tidak terlindungi. 

"Anda membukanya seperti buku, Menutupnya juga seperti buku. Ini jauh lebih natural daripada menggunakannya dengan cara lain, jadi kami melakukannya (membuat desain Galaxy Fold dengan dua layar) walaupun ada banyak tantangan teknis," ujar Chung, dilansir KompasTekno dari BGR, Minggu (10/3/2019).

Chung juga sesumbar bahwa Galaxy Fold menawarkan daya tahan baterai lebih baik karena daya yang tersedot lebih kecil ketika pengguna melipatnya ke mode smartphone.

Baca juga: Galaxy Fold Resmi Meluncur, Ponsel Layar Lipat Pertama Samsung

Ia tak menampik adanya kritik terkait desain Galaxy Fold, di mana lipatannya tidak sempurna.

Tampak ada celah antar-layar di dalam saat perangkat dilipat. Namun, ia mengatakan bahwa desain tersebut memang disengaja untuk mencegah debu dan partikel kotoran merusak layar.

Celah antar-layar di Galaxy FoldBGR Celah antar-layar di Galaxy Fold

Tetap saja, bagi sebagian orang, desain tersebut agak mengganggu, ditambah perangkat yang cukup tebal saat ditutup. Di sisi lain, Huawei Mate X tidak memiliki celah dan lebih ramping karena hanya berbekal satu layar.

Beda desain lipat

Galaxy Fold dan Huawei Mate X memang memiliki desain yang jauh berbeda. Secara sederhana, Galaxy Fold dilipat ke arah dalam, menyebabkan layar saling bertemu. Sementara Huawei Mate X dilipat ke arah luar yang membuat layar meregang saat ditekuk.

Keduanya memang sama-sama dilipat secara vertikal, tapi Galaxy Fold memiliki dua layar, yakni layar dalam yang membentang 7,3 inci saat berada dalam mode tablet, serta layar kedua yang berukuran lebih kecil, 4,6 inci.

Layar kedua di Galaxy Fold ini berfungsi sebagai layar ponsel saat dalam keadaan terlipat. Di sisi lain, Huawei Mate X hanya memilik satu buah layar di luar seluas 8 inci saat dalam mode tablet.

Saat dilipat, diagonal layar tersebut menyusut menjadi 6,6 inci untuk bagian depan dan 6,38 inci di bagian belakang.

Kedua ponsel lipat termutakhir ini dijual dengan harga selangit. Galaxy Fold dibanderol 1.980 dollar AS (sekitar Rp 27,8), sementara Huawei Mate X seharga 2.300 euro (36,5 jutaan).



Close Ads X