Pre-order Samsung Galaxy S10 Pecahkan Rekor

Kompas.com - 11/03/2019, 10:47 WIB
Galaxy S10 Plus di dalam kotak kemasannya.KOMPAS.com/ OIK YUSUF Galaxy S10 Plus di dalam kotak kemasannya.

KOMPAS.com - Lini ponsel Galaxy S10 yang baru dirilis Samsung Februari lalu mengundang antusiasme tinggi dari calon pembeli di wilayah Amerika Serikat. Ponsel flagship anyar milik Samsung ini diklaim mencatatkan angka pemesanan yang tinggi.

Tak tanggung-tanggung, Samsung mengklaim Galaxy S10 telah memecahkan rekor angka pre-order di Amerika Serikat. Kendati demikian Samsung tidak menyebut secara rinci angka tersebut.

Menurut Samsung, model yang paling banyak dipesan pembeli adalah Galaxy S10 Plus yang merupakan varian tertinggi dari jajaran ponsel flagship ini. Angka pemesanan Galaxy S10 Plus melebihi setengah dari angka pemesanan secara keseluruhan.

"Para pengguna dengan kategori power user memimpin paket pemesanan di AS dengan Galaxy S10+ terhitung lebih dari 57 persen pemesanan," ungkap juru bicara Samsung.

Baca juga: Video: Review Samsung Galaxy S10 Plus Setelah 10 Hari

Dikutip KompasTekno dari GSM Arena, Senin (11/3/2019), Samsung sendiri tidak memberi rincian berapa angka pemesanan untuk model Galaxy S10 reguler dan Galaxy S10e. Sesi pre-order untuk wilayah Amerika Serikat ini sendiri mulai dibuka sejak beberapa waktu lalu.

Di Indonesia, trio Galaxy S10 ini resmi mendarat ke Tanah Air pada minggu lalu. Harga trio Galaxy S10 sendiri dibanderol mulai yang termurah Rp 10,5 juta untuk seri S10e, hingga termahal Rp 24 juta untuk S10 Plus, varian dengan spesifikasi tertinggi.

Trio Galaxy S10, yaitu S10e, S10 dan S10 Plus merupakan tiga smartphone flagship terbaru Samsung yang masing-masing memiliki layar berukuran 5,8 inci, 6,1 inci, dan 6,4 inci.

Galaxy S10 merupakan ponsel Samsung pertama yang memiliki fingerprint sensor dalam layar, pertama menggunakan Snapdragon 855, dan pertama untuk penggunaan desain lubang pada kamera depan.

 Baca juga: 8 Fitur Galaxy S10 yang Hadir untuk Pertama Kalinya di Samsung


Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:

Close Ads X