Jatuh Lagi di Ethiopia, Pesawat Boeing B737 Max pun "Grounded" di China

Kompas.com - 11/03/2019, 12:32 WIB
Ekor dan sayap pesawat generasi terbaru Boeing 737 MAX 8 mendarat di Boeing Field seusai menyelesaikan terbang pertamanya di Seattle Washington, Amerika Serikat, 29 Januari 2016. Pesawat ini merupakan seri terbaru dan populer dengan fitur mesin hemat bahan bakar dan desain sayap yang diperbaharui.AFP PHOTO/GETTY IMAGES/STEPHEN BRASHEAR Ekor dan sayap pesawat generasi terbaru Boeing 737 MAX 8 mendarat di Boeing Field seusai menyelesaikan terbang pertamanya di Seattle Washington, Amerika Serikat, 29 Januari 2016. Pesawat ini merupakan seri terbaru dan populer dengan fitur mesin hemat bahan bakar dan desain sayap yang diperbaharui.

KOMPAS.com - Menyusul peristiwa kecelakaan pesawat Ethiopian Airlines Penerbangan ET302 pada MInggu (10/3/2019) pagi, Boeing 737 MAX 8 dikenakan status grounded (dilarang terbang) oleh sejumlah maskapai operator pesawat tersebut.

Maskapai yang telah memutuskan untuk tidak menerbangkan tipe pesawat B737 MAX miliknya antara lain adalah maskapai Cayman Airways (Kepulauan Cayman). Pengumuman penghentian operasional B737 MAX dimuat di situs resmi Cayman Airways.

Selain itu, sejumlah maskapai penerbangan di China juga melakukan hal yang sama. Otoritas China meminta maskapai operator B737 MAX di negaranya untuk sementara waktu tidak menerbangkan jenis pesawat itu.

Dirangkum KompasTekno dari Bloomberg, Senin (11/3/2019), di China sendiri ada sejumlah maskapai operator B737 MAX, baik varian MAX 8 maupun MAX 9.

Baca juga: 4 Kesamaan Fakta Kecelakaan Pesawat Ethiopian ET302 dan Lion Air JT610

Maskapai China Southern saat ini mengoperasikan 16 pesawat B737 MAX, dengan 34 pesawat lainnya masih dalam pesanan dari Boeing. Sementara maskapai China Eastern mengoperasikan 13 pesawat B737 MAX.

Selain itu, masih ada Air China yang mengoperasikan 14 pesawat tipe B737 MAX. Maskapai China lain yang juga membeli 737 MAX adalah Hainan Airlines (7 pesawat), Shangdong Airlines (6 pesawat), Shenzhen Airlines (5 pesawat), dan Xiamen Airlines (9 pesawat).

Total terdapat sekitar 70-an pesawat B737 MAX yang saat ini dioperasikan oleh maskapai-maskapai China.

Platform pemantau perjalanan pesawat udara, Flightradar24 pagi ini juga menyebutkan bahwa tidak ada jenis B737 MAX yang terbang di wilayah udara China.


Sementara, maskapai operator pesawat B737 MAX di Indonesia hingga pagi ini belum memutuskan apakah akan menghentikan operasional B737 MAX milik mereka atau tidak.

Maskapai di Indonesia yang mengoperasikan B737 MAX adalah Garuda Indonesia (1 unit) dan Lion Air Group (10 unit).

Baca juga: Ini Fitur yang "Dirahasiakan" Boeing, Berkontribusi Pada Kecelakaan Lion Air JT610?

B737 MAX 8 Ethiopian Airlines jatuh sesaat setelah take off dari bandara Addis Ababa. Pesawat dengan nomor penerbangan ET302 tersebut mengangkut 157 penumpang beserta awak kabin. Kesemuanya dikhawatirkan tewas. 

Ini menjadi kecelakaan fatal kedua B737 MAX setelah Lion Air JT610 yang jatuh di perairan Karawan pada 29 Oktober 2018 lalu.

Dapatkan hadiah utama Smartphone setiap bulan dan Voucher Belanja setiap minggunya, dengan berkomentar di artikel ini! #JernihBerkomentar *Baca Syarat & Ketentuan di sini!


Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:
Dapatkan hadiah utama Smartphone setiap bulan dan Voucher Belanja setiap minggunya, dengan berkomentar di bawah ini! #JernihBerkomentar *Baca Syarat & Ketentuan di sini
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
komentar di artikel lainnya
Close Ads X