Kompas.com - 11/03/2019, 16:05 WIB

KOMPAS.com - Analis KGI Securities, Ming-Chi Kuo merevisi estimasinya terhadap pengiriman Galaxy S10. Estimasi Kuo berubah dari awalnya 30 juga atau 35 juta, kini meningkat ke kisaran 40 juta atau 45 juta.

Kuo, yang juga kerap meramalkan penjualan iPhone, mengatakan bahwa ada empat hal yang mendasari perubahan estimasinya.

Keempat hal itu adalah pandangan pasar terhadap penjualan smartphone high-end, spesifikasi yang berbeda dengan iPhone, program trade-in, dan permintaan kuat di China.

Menurut Kuo, Galaxy S10 mengusung serangkaian fitur yang saat ini belum tersedia di pesaingnya, iPhone. Di antaranya adalah fitur pemindai sidik jari ultrasonik, tiga kamera belakang, dan power sharing secara nirkabel.

Baca juga: Galaxy S10 Punya Fitur Khusus untuk Instagram Story

Bulan lalu, Kuo menyampaikan prediksinya di depan para investor bahwa lini iPhone 2019 mendatang akan mulai dibekali fitur mirip power sharing atau pengisi daya nirkabel bilateral dan susunan tiga kamera.

Namun, Galaxy S10 lebih dulu mengamankan kesempatan dari kekurangan iPhone saat ini yang belum mendukung fitur-fitur tersebut. Untuk pemindai sidik jari ultrasonik, kemungkinan tidak akan diikuti Apple.

Apple akan lebih percaya diri menggunakan fitur Face ID yang diperkenalkan melalui iPhone X tahun 2017 lalu. Di sisi lain, Galaxy S10 menawarkan keduanya, yakni fitur pengenal wajah (2D) untuk membuka kunci sekaligus sensor pembaca sidik jari berteknologi ultrasonik.

Inilah yang disebut Kuo menjadi nilai tambah Galaxy S10 ketimbang iPhone, seperti dirangkum KompasTekno dari 9to5Mac, Senin (11/3/2019).

Kuo menambahkan bahwa adopsi modul tiga kamera yang kemungkinan dipatrikan di lini iPhone 2019 mendatang akan mendatangkan keuntungan bagi pemasok kamera yakni O-Film.

Hal ini seakan mebenarkan rumor yang berkembang setahun belakangan bahwa Apple akan memasangkan modul triple-camera di punggung iPhone. Kuo juga mengatakan bahwa performa Galaxy S10 yang melampaui ekspektasi di China juga menguatkan prediksinya.

Baca juga: Untuk Pertama Kali, Apple "Buru-buru" Diskon iPhone Terbaru

Nasib berbeda dialami Apple. Beberapa waktu lalu, Apple sempat mengoreksi target pendapatan kuartal I-2019 yang menurun akibat performa buruknya di Negeri Tirai Bambu.

Dengan demikian, Apple harus berusaha sekuat tenaga untuk tetap meningkatkan performanya di China, sementara Samsung dengan Galaxy S10 mulai menekan pertumbuhannya di sana.

Kendati demikian, Apple bukanlah satu-satunya pesaing Samsung. Vendor Korea Selatan itu harus mendapat perlawanan dari vendor tuan rumah, Huawei yang berambisi menggeser posisi Samsung sebagai juara bertahan vendor smartphone terbesar di dunia.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Sumber 9to5mac
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.