Waspada, Cari Buku Cerita Anak di Play Store Malah Tampilkan Konten Dewasa

Kompas.com - 12/03/2019, 09:59 WIB
Ilustrasi pornografiThinkstock/AndreyPopov Ilustrasi pornografi

KOMPAS.com — Berhati-hatilah jika Anda ingin mencari buku cerita untuk anak Anda di Google Play Store. Alih-alih mendapat buku cerita anak, Anda malah akan menemukan buku bermuatan konten dewasa terpampang di sana.

Buku bermuatan konten dewasa ini akan muncul pada kategori "Movie & Books" ketika pengguna melakukan pencarian dengan kata kunci "Buku Cerita Anak".

Hasil pencarian tersebut akan muncul pada smartphone dengan setting antarmuka bahasa Inggris.

Berdasarkan pantauan KompasTekno, ada sejumlah buku bermuatan konten dewasa yang dijual secara bebas di sana.

Meski kontennya tidak menampilkan unsur ketelanjangan secara utuh, gambar yang ditampilkan tetap bernuansa sensual dan erotis secara visual. Buku ini tentu tidak cocok jika ditampilkan sebagai hasil pencarian dari kata kunci "Buku Cerita Anak".

Baca juga: Menkominfo: Sensor Googling Kata Porno Sudah Hampir 100 Persen

Keyword buku cerita anak yang menampilkan konten dewasa di Play Store.Play Store Keyword buku cerita anak yang menampilkan konten dewasa di Play Store.
Dari penelusuran KompasTekno, Senin (12/3/2019), buku-buku ini lolos dari kurasi Google dan muncul di Play Store dengan dalih unsur "artistik" pada gambar-gambar yang dimuat.

Beberapa buku menyebut bahwa mereka tidak akan menggambarkan unsur ketelanjangan dan hanya ingin memperlihatkan unsur "seni" dari konten dewasa.

Namun, mengapa buku konten dewasa itu bisa muncul dengan keyword anak, tetap layak dipertanyakan.

Terkait temuan ini, KompasTekno pun sudah mencoba menghubungi pihak Google Indonesia untuk mendapat konfirmasi, tetapi belum mendapat tanggapan resmi dari Google terkait hal ini.

Google sendiri sejatinya memiliki aturan khusus terkait konten dan rating untuk semua yang dimuat di dalam Google Play Store.

Di dalam halaman aturan Google Play Store tertera jelas bahwa Google melarang semua aplikasi anak-anak yang mengandung tema dewasa.

"Kami melarang aplikasi yang menarik minat anak-anak tetapi mengandung tema dewasa. Kami tidak mengizinkan aplikasi yang berisi atau mempromosikan konten seksual eksplisit, misalnya pornografi. Secara umum, kami tidak mengizinkan konten atau layanan yang ditujukan untuk memberi kepuasan seksual," tulis Google.

Baca juga: Nasib Moderator Konten Medsos, Terpaksa Nonton Video Porno 8 Jam



Close Ads X