WhatsApp Tumbang, Telegram Kebanjiran Pengguna Baru

Kompas.com - 15/03/2019, 13:39 WIB
Telegram Messengerist Telegram Messenger

KOMPAS.com - Saat layanan Facebook, WhatsApp, dan Instagram mengalami gangguan, Kamis (14/3/2019) kemarin, ada layanan yang malah panen meraup pengguna baru. Layanan tersebut adalah Telegram, aplikasi chatting serupa WhatsApp.

"Saya memantau ada 3 juta pengguna baru selama 24 jam terakhir," ujar CEO Telegram, Pavel Durov, dalam keterangan resminya. (Aplikasi) Kami memiliki keunggulan terkait privasi dan ruang (chatting) tanpa batas untuk semua orang," tambahnya.

Pihak Telegram tidak menyebutkan secara pasti apakah jutaan pengguna tersebut adalah mereka yang "kabur" dari layanan Facebook dan kawan-kawan yang tumbang atau bukan.

Baca juga: Facebook dan Instagram "Down", Pengguna Laporkan "Error"

Namun, pihak Telegram menyebut bahwa banjir pengguna baru biasanya terjadi ketika ada layanan serupa yang sedang mengalami gangguan.

"Gangguan seperti ini biasanya memang menghasilkan pengguna baru," ujar pihak Telegram seperti dirangkum KompasTekno dari TechCrunch, Jumat (15/3/2019).

Telegram sendiri diketahui memiliki 200 juta pengguna aktif bulanan hingga Maret 2018 lalu.

Kemarin, Facebook, Instagram, dan WhatsApp mengalami error selama berjam-jam semenjak pagi hingga tengah hari.

Sempat beredar dugaan bahwa Facebook dan kawan-kawan tumbang karena diserang hacker, tapi sangkaan ini segera ditepis oleh pihak Facebook.

Baca juga: Ini Penyebab Facebook, Instagram, dan WhatsApp Tumbang Berjam-jam

Belakangan Facebook mengungkapkan bahwa biang kerok di balik error berskala global itu adalah kesalahan konfigurasi server. Gangguan berawal dari Amerika Serikat, kemudian menyebar ke Eropa, Australia, dan Asia, termasuk Indonesia.

"Kami sekarang telah menyelesaikan masalah dan sistem kami telah pulih. Kami mohon maaf atas ketidaknyamanan ini dan menghargai kesabaran semua orang," sebut Facebook dalam sebuah pernyataan.




Close Ads X