"Bug" Bikin Baterai Samsung Galaxy S10 Cepat Terkuras

Kompas.com - 19/03/2019, 14:51 WIB
Galaxy S10 Plus di dalam kotak kemasannya. KOMPAS.com/ OIK YUSUFGalaxy S10 Plus di dalam kotak kemasannya.

KOMPAS.com - Baru dirilis pada akhir Februari lalu, Samsung Galaxy S10 dikabarkan bermasalah. Sejumlah pengguna melaporkan adanya "bug" yang membuat baterai perangkat terkuras dengan cepat.

Para pengguna melaporkan keberadaan bug tersebut melalui forum Reddit dan forum komunitas Samsung. Menurut mereka, bug ini menyebabkan sensor proximity pada perangkat Galaxy S10 tidak bekerja dengan semestinya, ketika ponsel dimasukkan ke dalam saku.

Sensor proximity sendiri berfungsi untuk menon-aktifkan layar ketika ponsel berada dekat telinga atau ketika di dalam saku. Menurut pengguna, sensor ini masih bekerja mematikan layar jika ponsel dekat telinga, namun tidak berfungsi saat ponsel di dalam saku.

Alhasil, gesekan layar saat berada di dalam saku celana sedikit saja dapat membuat layar kembali menyala. Inilah yang kemudian menyebabkan baterai terkuras dengan cepat.

"Hal pertama yang saya lakukan adalah mengaktifkan fitur 'tap to wake', saya belum pernah melihat ini di ponsel Samsung sebelumnya. Sekarang saya punya fitur terbaru yang ditawarkan Samsung dan itu tidak berfungsi dengan baik," kata salah seorang pengguna.

Baca juga: Penjualan Galaxy S10 Diprediksi Tembus 40 Juta Unit

"Kaki saya, melalui kain di saku celana, menyentuh ponsel dan membuka layarnya. Ini menguras baterai saya dan fitur 'accidental touch-protection' Anda (Samsung) tidak berguna," lanjutnya.

Dikutip KompasTekno dari ZDNet, Selasa (19/3/2019), Ia pun mengaku sudah mendapat panduan dari teknisi Samsung untuk mengatasi masalah ini. Namun solusi yang diberikan teknisi tersebut tetap tidak dapat menyelesaikan masalah.

"Bahkan saya sudah melakukan 'factory-reset' dan tetap tidak ada hasil yang bagus. Kalian harus malu pada diri kalian jika tidak memeriksa kesalahan ini," pungkasnya.

Pengguna lain juga melaporkan hal serupa. Bahkan ia tanpa sengaja melakukan panggilan telepon ke kantor kepolisian, karena ponselnya tetap menyala saat berada di dalam saku.

"Entah bagaimana saya menelepon '112' (nomor darurat Polisi) dan ketika saya sampai di rumah, saya diberitahu bahwa Polisi datang ke rumah saya untuk menanyakan apakah ada keadaan darurat," tulis pengguna tersebut.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Sumber ZDNet
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X