Tiap Detik, Satu Video Penembakan Selandia Baru Diunggah ke YouTube

Kompas.com - 19/03/2019, 17:22 WIB
Ilustrasi YouTube IstIlustrasi YouTube
Penulis Oik Yusuf
|

KOMPAS.com - Pelaku penembakan di masjid di Selandia Baru, Jumat pekan lalu, menyiarkan aksi kejinya secara langsung melalui tayangan live di media sosial. Tak butuh waktu lama sampai rekaman videonya menyebar luas.

YouTube selaku platform video sharing terpopuler pun berupaya memerangi peredaran konten terkait di jejaringnya, baik yang berasal dari potongan video asli maupun yang dimodifikasi untuk menghindari pelacakan.

Chief Product Officer YouTube, Neal Mohan mengaku kelimpungan dengan banyaknya video penembakan Selandia Baru yang diunggah. Begitu satu video dihapus, video lainnya segera muncul. Dia mengatakan tiap detik bisa ada satu video baru soal penembakan Selandia Baru.

Baca juga: Disinggung Teroris Selandia Baru, Begini Reaksi YouTuber PewDiePie

“Ini adalah sebuah tragedi yang memang sengaja dirancang agar viral,” ujar Mohan dalam sebuah interview dengan The Washington Post, sebagaimana dirangkum oleh KompasTekno, Selasa (19/3/2019).

“Kami telah membuat progress, tapi masih banyak pekerjaan yang mesti dilakukan. Insiden ini menunjukkan bahwa masih banyak pekerjaan rumah terkait penyebaran video viral macam demikian,” imbuh Mohan.

Menurut Mohan, arus upload video penembakan di Selandia Baru jauh lebih kencang dan dengan volume lebih banyak dibandingkan kejadian-kejadian serupa (penembakan massal) sebelumnya.

Dalam kejadian-kejadian terdahulu, pelakunya juga tidak melakukan live streaming. Beda halnya dengan penembak di Selandia Baru yang sengaja menayangkan aksi kejamnya, diduga lewat kamera aksi yang terpasang di badan.

Baca juga: Facebook dan YouTube Hapus Video Penembakan di Selandia Baru

Si pelaku sebenarnya melakukan tayangan live streaming lewat Facebook, bukan YouTube. Namun, YouTube tak ayal juga kena getahnya. Baik Facebook maupun YouTube sama-sama berupaya meredam peredaran video penembakan Selandia Baru di platfom masing-masing.

Facebook sebelumnya sempat menyatakan telah menghapus 1,5 juta video penembakan Selandia Baru dari jejaringnya. Sebanyak 1,2 juta diblokir secara otomatis begitu baru diunggah.

YouTube sendiri berupaya memburu video-video terkait dengan tim khusus. Karena kerepotan, YouTube sempat mematikan beberapa fitur search secara sementara dan membatalkan tinjauan manual untuk mempercepat penghapusan video oleh sistem otomatis.

Baca juga: Facebook Hapus 1,5 Juta Video Penembakan di Selandia Baru

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X