Galaxy S10 Cocok untuk Fotografer dan Sineas yang Suka Melancong

Kompas.com - 21/03/2019, 22:05 WIB
Kamera ultra-wide hadir untuk pertama kalinya di trio Galaxy S10.
KOMPAS.com/ OIK YUSUFKamera ultra-wide hadir untuk pertama kalinya di trio Galaxy S10.

BURSA, KOMPAS.com - Sebagai sutradara dan fotografer profesional, Jay Subyakto tak terpaku pada alat-alat mahal nan berat untuk berkarya. Ia mengaku lebih suka menggunakan smartphone, utamanya saat melancong.

Samsung Galaxy S10 menjadi andalan barunya untuk hal ini. Menurut dia, fitur-fitur pada kamera Galaxy S10 sudah mumpuni  untuk membidik foto yang menawan atau merekam video yang dramatis.

“Cocok banget untuk fotografer atau sineas yang suka bepergian dan mau praktis. Konten yang didapat bisa bervariasi sekali karena fitur kameranya lengkap,” kata dia, Selasa (19/3/2019), dalam sesi workshop Galaxy S10 di Bursa, Turki.

Untuk membidik foto, ada beberapa fitur andal, seperti “Smart Composition” (agar foto tak miring-miring), “Live Focus” (menonjolkan objek dengan menyulap latar dalam beberapa mode), serta “Scene Optimizer” (meningkatkan hasil foto berdasarkan objek).

Ketika memanfaatkan lensa lebar (ultra-wide), pengguna juga tak perlu khawatir dengan distorsi yang membuat gambar melengkung. Galaxy S10 sudah dilengkapi fitur untuk menghilangkan distorsi tersebut.

Nah, untuk video, fitur yang menjadi keunggulan adalah “Super Steady” (untuk menstabilkan hasil video di medan yang rentang goyang) dan “Super SlowMo” (untuk menangkap dan memperlambat gerakan yang cepat).

Baca juga: Jay Subyakto Beberkan Tips Bikin Video Keren dengan Smartphone

Jay Subyakto menjelaskan ada beberapa skenario yang menyulitkan pelancong jika membawa kamera profesional yang besar. Misalnya saja ketika harus tracking ke pegunungan, maka kamera profesional akan menambah beban dan membuat cepat lelah.

“Di beberapa tempat juga biasanya sulit membawa kamera profesional. Ada yang harus urus perizinan dan lain-lain,” ia menuturkan.

Menurut Jay Subyakto, menjadi sutradara dan fotografer kawakan tak serta-merta membutuhkan alat profesional. Yang terpenting adalah orisinalitas dan narasi atau ide konten yang hendak disampaikan.

“Saya dari dulu nggak pernah gila alat. Saya justru suka pakai yang ringan, kecil, dan tidak menarik perhatian,” kata dia.

“Biasanya bisa dapat gambar yang bagus kalau perangkat yang kita pakai nggak mencolok, karena tidak mengganggu orang-orang,” ia menambahkan.

Baca juga: 8 Fitur Galaxy S10 yang Hadir untuk Pertama Kalinya di Samsung

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X