Bos Xiaomi Ajak Mi Fans Beli Produk Resmi Ketimbang “BM”

Kompas.com - 22/03/2019, 06:53 WIB
Steven Shi, Country Head Xiaomi Indonesia, memamerkan ponsel Redmi Note 7 usai acara peluncurannya di Jakarta, Kamis (21/3/2019). KOMPAS.com/ WAHYUNANDA KUSUMA PERTIWISteven Shi, Country Head Xiaomi Indonesia, memamerkan ponsel Redmi Note 7 usai acara peluncurannya di Jakarta, Kamis (21/3/2019).

JAKARTA, KOMPAS.com - Xiaomi akhirnya resmi meluncurkan Redmi Note 7 ke tanah air. Selama beberapa bulan belakangan, Mi Fans Indonesia ramai memperbincangkan ponsel ini. 

Alasannya, Redmi Note 7 membawa desain baru dibanding lini Redmi sebelumnya. Terlebih, fitur yang ditonjolkan cukup menarik, yakni kemampuan kamera utama 48 megapiksel. 

Tak ayal, banyak Mi Fans di Indonesia berusaha mendapatkan Redmi Note lebih awal dengan cara membeli ponsel ilegal alias black market (BM).

Baca juga: Diresmikan Xiaomi, Ini Harga Redmi Note 7 di Indonesia

Hal ini disayangkan oleh Steven Shi, Country Head Xiaomi Indonesia, yang hadir dalam peluncuran Redmi Note 7 di Jakarta, Kamis (21/3/2019). 

"Mungkin karena permintaan yang tinggi sekali (sehingga memilih produk BM). Tapi harga ponsel black market lebih tinggi (dibanding resmi)," ujar Steven.

Ia pun mendorong Mi Fans untuk memilih produk resmi, seperti Redmi Note 7 yang akan mulai dijual di toko-toko di Indonesia pada 27 Maret mendatang. 

"Dengan membeli produk resmi akan lebih banyak benefit yang diperoleh. Konsumen juga lebih tenang menggunakannya," imbuh Steven. 


Kampanye #mendingresMI 

Steven melanjutkan, salah satu strategi yang digerakkan Xiaomi untuk memangkas peredaran produk black market adalah dengan menggelar kampanye anti-BM berslogan #mendingresMI. 

Kampanye tersebut bertujuan untuk mengedukasi para pengguna bahwa ada banyak keuntungan dengan membeli produk resmi dibanding BM.

Halaman:
Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X