Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

600 Juta Password Pengguna Facebook "Terbuka" Selama 7 Tahun

Kompas.com - 22/03/2019, 10:59 WIB
Wahyunanda Kusuma Pertiwi,
Reza Wahyudi

Tim Redaksi

KOMPAS.com - Facebook lagi-lagi kecolongan soal keamanan data pengguna. Kejadian terbaru, Facebook mengakui menyimpan ratusan juta password pengguna di dalam teks yang utuh apa adanya (plain text) alias tidak dienkripsi selama bertahun-tahun.

Dengan password yang terbuka tersebut, memungkinkan pegawai Facebook untuk melihat dan mengaksesnya. Celah keamanan ini ditemukan pertama kali oleh jurnalis keamanan siber, Brian Krebs.

Penemuan ini baru diketahui pada bulan Januari lalu, saat Facebook melakukan pengecekan keamanan rutin.

Facebook baru mengakui adanya celah kemanan ini beberapa bulan kemudian, setelah Krebs melaporkan sistem log berpotensi diakses oleh para teknisi dan pengembang Facebook.

Krebs mengatakan, bug ini telah ada sejak tahun 2012 lalu yang artinya, data tersebut telah terbuka selama tujuh tahun.

Namun, perwakilan Facebook, Pedro Canahuati mengatakan, meski data password terbuka sekian lama, ia mengklaim tidak ada data yang terlihat oleh orang lain di luar Facebook.

"(Kejadian ini) menjadi perhatian kami karena sistem login kami didesain untuk menutup password menggunakan teknik yang membuatnya tak terbaca," aku Canahuati.

"Kami menemukan tidak ada bukti hingga hari ini yang mengarah ke penyalahgunaan secara internal atau secara tidak pantas mengakses password pengguna," imbuhnya, sebagaimana dirangkum KompasTekno dari Tech Crunch, Jumat (22/3/2019).

Pihaknya menjanjikan akan segera menginformasikan kepada pengguna Facebook, baik pengguna versi Lite maupun reguler.

Tak cuma itu, puluhan pengguna Instagram yang kemungkinan terdampak juga akan diberi pemberitahuan akan kejadian ini.

Baca juga: 50 Juta Akun Facebook Diretas, Cek Apakah Anda Termasuk atau Tidak

Menurut Krebs, kemungkinan ada 600 juta pengguna yang terdampak atau sekitar seperlima dari 2,7 miliar total pengguna Facebook. Namun Facebook sendiri enggan menyebut angka pastinya.

Perusahaan bernuansa biru itu juga tak menjelaskan lebih lanjut bagaimana bisa bug ini muncul dan bertahan dalam waktu yang cukup lama. Perlu diketahui bahwa menyimpan password pengguna secara plain text yang mudah terbaca cukup mengkhawatirkan.

Perusahaan teknologi seperti Facebook biasanya menggunakan fungsi kriptografi hash and salt atau dau langkah pengacakan kata sandi untuk menyimpan password pengguna dengan aman.

Hak itu memungkinkan perusahaan untuk memverifikasi kata sandi pengguna tanpa harus melihat kata sandi itu sendiri. Facebook mengatakan masih akan menginvestigasi kejadian ini lebih lanjut.

Baca juga: Petinggi Facebook dan WhatsApp Mengundurkan Diri

Belum diketahui apakah Facebook harus menghadap komisi Eropa atau tidak terkait celah ini, sesuai atruan GDPR (General Data Protection Regulation) yang berlaku tentang perlindungan data pribadi pengguna.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

Topologi Bus: Pengertian, Fungsi, Karakteristik, Cara Kerja, Kelebihan, dan Kekurangannya

Topologi Bus: Pengertian, Fungsi, Karakteristik, Cara Kerja, Kelebihan, dan Kekurangannya

Hardware
2 Cara Memperpendek Link Google Drive biar Lebih Praktis Dibagikan

2 Cara Memperpendek Link Google Drive biar Lebih Praktis Dibagikan

Internet
5 Cara Mengurutkan Data di Microsoft Excel dengan Mudah dan Praktis

5 Cara Mengurutkan Data di Microsoft Excel dengan Mudah dan Praktis

e-Business
Cara Filter E-mail ke Folder Label Khusus di Gmail biar Tetap Rapi

Cara Filter E-mail ke Folder Label Khusus di Gmail biar Tetap Rapi

Software
PC Desktop Pertama di Dunia Tak Sengaja Ditemukan Saat Bersih-bersih Rumah

PC Desktop Pertama di Dunia Tak Sengaja Ditemukan Saat Bersih-bersih Rumah

Hardware
Cara Menghilangkan Iklan di HP Realme yang Mengganggu

Cara Menghilangkan Iklan di HP Realme yang Mengganggu

Gadget
Ini Bedanya Slot SATA, PCIe, dan M.2 di Motherboard

Ini Bedanya Slot SATA, PCIe, dan M.2 di Motherboard

Hardware
Cara Beli Paket Bioskop Online di Aplikasi MyTelkomsel dan Daftar Harganya

Cara Beli Paket Bioskop Online di Aplikasi MyTelkomsel dan Daftar Harganya

e-Business
Cara Cek Umur Kartu Indosat dengan Mudah dan Praktis via Kode UMB

Cara Cek Umur Kartu Indosat dengan Mudah dan Praktis via Kode UMB

e-Business
Vivo Klaim Pimpin Pasar Smartphone Indonesia, Pangsa Pasar 19 Persen

Vivo Klaim Pimpin Pasar Smartphone Indonesia, Pangsa Pasar 19 Persen

Gadget
'PUBG Mobile' PMSL SEA Spring 2024 Digelar, Ini Jadwal dan Daftar Tim yang Main

"PUBG Mobile" PMSL SEA Spring 2024 Digelar, Ini Jadwal dan Daftar Tim yang Main

Game
Xiaomi Redmi A3: Tabel Spesifikasi dan Harga di Indonesia

Xiaomi Redmi A3: Tabel Spesifikasi dan Harga di Indonesia

Gadget
Apa Itu Perpres “Publisher Rights” yang Bikin Google, Meta, dkk Wajib Kerja Sama dengan Media?

Apa Itu Perpres “Publisher Rights” yang Bikin Google, Meta, dkk Wajib Kerja Sama dengan Media?

e-Business
Realme 12 Pro Plus Punya Lensa Periskop, Begini Cara Kerja dan Hasil Fotonya

Realme 12 Pro Plus Punya Lensa Periskop, Begini Cara Kerja dan Hasil Fotonya

Gadget
Indonesia Akhirnya Punya 'Publisher Rights' Mirip UU Media Australia dan Kanada

Indonesia Akhirnya Punya "Publisher Rights" Mirip UU Media Australia dan Kanada

e-Business
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com