Samsung Pastikan Tak Ada Lagi Galaxy J di Indonesia

Kompas.com - 24/03/2019, 18:43 WIB
Samsung Galaxy J5 (2017). Amazon PerancisSamsung Galaxy J5 (2017).
Penulis Oik Yusuf
|
JAKARTA, KOMPAS.com - Smartphone seri Galaxy A terbaru dari Samsung mulai memasuki pasaran Indonesia, dimulai dari Galaxy A50 dan A30 yang akan segera disusul oleh Galaxy A20 dan Galaxy A10.
 
Lini Galaxy A ini memiliki rentang harga yang luas, mulai dari segmen bawah hingga menengah, sehingga menggeser peranan lini ponsel lain dari Samsung, yakni Galaxy J di entry level.
 
Samsung Indonesia pun menyatakan telah menghentikan produksi seri Galaxy J. Saat ini lini ponsel tersebut mungkin masih bisa ditemukan di toko-toko, tapi itu sebatas menghabiskan stok saja.

Baca juga: Ponsel Galaxy A Terbaru Segera Masuk Indonesia, Geser Galaxy J

 
Ke depan, tidak akan ada lagi ponsel Samsung Galaxy J di pasaran Indonesia. 
 
“Kami ingin bawa konsumennya (Galaxy J) ke Galaxy A, yang akan dibawa dari middle hingga entry,” ujar Senior Product Marketing Manager Samsung Electronics Indonesia, Selvia Gofar, usai acara peluncuran Galaxy A50 dan Galaxy A30 di Jakarta, Jumat (22/3/2019).
 
Nantinya, lanjut Selvia, Samsung akan menyederhanakan lini ponselnya di Indonesia menjadi empat seri saja, yakni Galaxy S, Galaxy Note, Galaxy A, dan Galaxy M.
 
Seri Galaxy A yang dimaksud adalah lini terbaru yang nomor modelnya terdiri dari dua digit, misalnya Galaxy A50 atau A30.

Baca juga: Resmi Masuk Indonesia, Ini Harga Samsung Galaxy A50 dan Galaxy A30

 
Menurut Selvia, lini Galaxy A baru ini akan menggantikan lini Galaxy A lama yang nomor modelnya terdiri dari satu digit, misalnya Galaxy A7 atau A9.
 
Galaxy A versus Galaxy M
 
Head of Product Marketing IT and Mobile Samsung Electronics Indonesia Denny Galant (kiri), dan Senior Product Marketing Manager Samsung Electronics Indonesia saat memperkenalkan ponsel seri Galaxy A baru di Jakarta, Jumat (22/3/2019).
OIK YUSUF/KOMPAS.com Head of Product Marketing IT and Mobile Samsung Electronics Indonesia Denny Galant (kiri), dan Senior Product Marketing Manager Samsung Electronics Indonesia saat memperkenalkan ponsel seri Galaxy A baru di Jakarta, Jumat (22/3/2019).
Di segmen bawah, Samsung memiliki lini Galaxy M yang harganya berdekatan dengan beberapa ponsel Galaxy A, namun  Selvia mengatakan keduanya memiliki target konsumen berbeda.
 
“Galaxy M itu buat konsumen yang ingin selalu terhubung dengan baterai besar. Galaxy A untuk generasi live yang ingin selalu bikin konten,” katanya, sambil menambahkan bahwa pilihan terakhir selalu berada di tangan konsumen.
 
Kala peluncuran Galaxy M20 di Jakarta, Februari lalu, Product Marketing Manager Samsung Electronics Indonesia Ju Yong mengatakan bahwa Galaxy M digadang-gadang menjadi andalan Samsung untuk penjualan online lewat toko-toko e-commerce Indonesia.

Baca juga: Kenapa Harga Samsung Galaxy M20 di Indonesia Lebih Mahal dari di India?

 
Samsung rupanya tergiur dengan potensi penjualan dari event online ala flash sale. Debut Galaxy M20 pada bulan lalu pun ditandai oleh sesi penjualan kilat. 
 
“Kami mendengar konsumen, jadi ini (Galaxy M) bukan pengganti, tapi tambahan. Kami lihat pasar online untuk smartphone di Indonesia itu besar,” kata Yong.
 
Galaxy M20 dibanderol seharga Rp 2,8 juta di pasaran Indonesia. Model lainnya dari lini tersebut, Galaxy M10, akan segera dijual di Indonesia pada 27 Maret mendatang dengan harga Rp 1,7 juta. 
 
Pada tanggal yang sama, Galaxy A50 bakal mulai dijual dengan harga mulai Rp 4,1 juta, berikut Galaxy A30 dengan harga Rp 3,4 juta. Galaxy A20 dan Galaxy A10 baru akan diluncurkan belakangan pada 4 April 2019. 
 
Harganya belum diumumkan oleh Samsung Indonesia. Namun, Galaxy A20 diketahui berbanderol setara Rp 3 juta di pasaran internasional, sementara Galaxy A10 dijual dengan harga sekitar Rp 1,7 juta. 

 

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X