Registrasi SIM Prabayar Justru Bikin Pelanggan XL Axiata Bertambah

Kompas.com - 05/04/2019, 15:03 WIB
Seorang pedagang terlihat sedang memilih SIM card di gerai miliknya di kawasan Bumi Serpong Damai, Tangerang, Banten, Selasa (7/11/2017). Pemerintah mewajibkan registrasi ulang SIM card bagi para pengguna telepon seluler hingga 28 Februari 2018 dengan memakai nomor NIK dan kartu keluarga (KK). KOMPAS.com / ANDREAS LUKAS ALTOBELISeorang pedagang terlihat sedang memilih SIM card di gerai miliknya di kawasan Bumi Serpong Damai, Tangerang, Banten, Selasa (7/11/2017). Pemerintah mewajibkan registrasi ulang SIM card bagi para pengguna telepon seluler hingga 28 Februari 2018 dengan memakai nomor NIK dan kartu keluarga (KK).

BANYUWANGI, KOMPAS.com - Meski aturan registrasi kartu SIM prabayar yang dibuat pemerintah membatasi jumlah kartu SIM yang bisa dimiliki pelanggan, namun operator seluler XL Axiata mengklaim jumlah pelanggannya malah meningkat setelah kebijakan itu diberlakukan.

XL mengatakan, pada 2018 lalu, jumlah pelanggan kartu prabayarnya mengalami pertumbuhan. Berbeda kondisinya dengan operator seluler lain yang justru mengalami penurunan.

Hal tersebut diutarakan Direktur Keuangan XL Axiata, Mohamed Adlan bin Ahmad Tajuddin. Menurut Adlan, jumlah pelanggan XL pada 2018 lalu meningkat sekitar 1,9 juta setelah kebijakan registrasi kartu SIM prabayar diberlakukan.

Direktur Keuangan XL Axiata, Mohamed Adlan bin Ahmad Tajuddin dalam acara jumpa media di Banyuwangi, Kamis (4/4/2019).
KOMPAS.com/Gito Yudha Pratomo Direktur Keuangan XL Axiata, Mohamed Adlan bin Ahmad Tajuddin dalam acara jumpa media di Banyuwangi, Kamis (4/4/2019).
"Kami berjaya setelah masa registrasi. Pada akhir 2018 tercatat ada 54,9 juta pelanggan XL. Sebelum masa registrasi SIM, jumlah pelanggannya sekitar 53 juta," kata Adlan.

Baca juga: Registrasi Kartu Prabayar Membawa Korban

Tak hanya kenaikan pelanggan, Adlan juga mengklaim bahwa tingkat chrun turun dan stabil. Kendati demikian ia tidak menyebutkan berapa persen penurunan tingkat churn tersebut.

Selain itu, XL pun mengatakan bahwa perusahaan berhasil mendulang revenue total sebesar Rp 23 triliun selama 2018.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Pendapatan EBITDA (pendapatan sebelum bunga, pajak, depresiasi, dan amortisasi) juga tetap naik sekitar 2,3 persen di tahun fiskal 2018 dengan marjin 37 persen.

Kondisi ini, dikatakan Adlan, membuat XL diprediksi akan tetap mengalami kenaikan di tahun 2019 ini.

Apalagi, XL juga akan menambah investasi untuk pembangunan jaringan di luar Pulau Jawa yang dapat mendongkrak jumlah pengguna yang kemudian berimbas pada pendapatan.

"Kondisi ini cukup berbeda dengan operator lain. Kami harap juga pada 2019 tren ini akan terus membaik," kata Adlan. 

Baca juga: Pendapatan 2018 Anjlok, Indosat Salahkan Registrasi SIM Prabayar

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.