Kompas.com - 07/04/2019, 11:17 WIB
Ilustrasi Ponsel Android dengan huruf Q 9to5GoogleIlustrasi Ponsel Android dengan huruf Q
Penulis Bill Clinten
|
Editor Oik Yusuf

KOMPAS.com - Pertama kali diimplementasikan pada seri iPhone 6S di 2015 lalu, 3D Touch adalah salah satu fitur khas iPhone yang berfungsi memunculkan menu UI berbeda berdasarkan tingkat tekanan jari di layar.

Fitur ala 3D Touch sempat beberapa kali dikabarkan bakal hadir di ponsel Android. Belakangan, rumor serupa kembali menyeruak seiring dengan mendekatnya waktu perkenalan OS Android terbaru yang biasanya diumumkan menjelang pertengahan tahun.

Google disinyalir bakal menerapkan fitur serupa 3D Touch di sistem operasi Android Q. Dugaan tersebut mengemuka dari dokumen bernama "MotionEvent" Android Q yang ditujukan bagi para pengembang aplikasi.

Baca juga: Android Q Sudah Bisa Dijajal, Ini Link Downloadnya

MotionEvent adalah dokumen yang menjelaskan fungsi input perangkat Android dari layar sentuh atau stylus.

Di dalam MotionEvent Android Q dijelaskan bahwa OS akan merespon input pada permukaan layar dengan cara berbeda apabila pengguna menekan jari ke layar dengan lebih kuat. Tekanan yang lebih kuat ini diistilahkan sebagai "deep press".

Nah, jika pengguna melakukan deep press, menurut dokumen MotionEvent, ponsel akan memberikan respon yang sama dengan ketika pengguna melakukan long press (tekan dan tahan beberapa saat), hanya saja dengan lebih cepat.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Dengan kata lain, deep press berfungsi sebagai jalan pintas untuk long press. Alih-alih menahan jari beberapa saat untuk menunggu menu muncul, pengguna bisa menekan jari lebih keras supaya menu yang bersangkutan langsung tampil.

Baca juga: Google I/O 2019 Digelar Mei, Android Q Dikenalkan?

Namun, perbedaan respon tadi disebut hanya sampai situ saja. Berbeda dari 3D Touch, perangkat Android tidak bisa membedakan besar tekanan antara tekanan "ringan", "sedang", dan "keras". Mungkin karena ini membutuhkan hardware khusus yang disematkan di layar.

Google mungkin akan menggunakan algoritma khusus untuk sekadar membedakan apakah pengguna melakukan tekanan biasa atau keras (deep press), sebagaimana dirangkum KompasTekno dari Phone Arena, Minggu (7/4/2019).

Informasi selengkapnya soal kemampuan ala 3D Touch tersebut agaknya akan dibeberkan dalam konferensi Google I/O di San Francisco, Amerika Serikat, tanggal 7-9 Mei 2019 mendatang.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.